He smiled at me and then squared his shoulders and turned to my father.
"Charlie, I realize that I've gone about this out of order. Traditionally, I should have asked you first. I mean no disrespect, but since Bella has already said yes and I don't want to diminish her choice in the matter, instead of asking you for her hand, I'm asking you for your blessing. We're getting married, Charlie. I love her more than anything in the world, more than my own life, and--by some miracle--she loves me that way, too. Will you give us your blessing?"
He sounded so sure, so calm. For just an instant, listening to the absolute confindence in his voice, I experienced a rare moment of insight. I could see, fleetingly, the way the world looked to him. For the length of one heartbeat, this news made perfect sense.
-Breaking Dawn, page 15.
Typed by;
Ivanasha Adani Prasetianti's own fingers.
Sunday, May 29, 2011
Friday, May 20, 2011
ketika aku kira aku sendiri
aku tau Tuhan tidak pernah meninggalkanku. aku tau Tuhan selalu ada saat aku butuh, malah kadang aku melupakan-Nya saat dia selali available untukku.
dan sekarang aku tau Dia tetap ada untukku.
even saat aku pikir aku sendiri.
sekarang, titik dimana aku emang sedang merasa sendiri. aku tidak tau harus berlari kemana untuk meringankan beban yang ada di hati. aku tidak tau bagaimana caranya.
lalu lagi-lagi aku kembali pada-Nya. setelah sering kali aku melupakan-Nya.
atau lupa bersyukur.
aku kadang merasa aku terlalu hina untuk menghadap-Nya. aku merasa tidak pantas, tapi aku mencintai-Nya. hanya saja aku terlalu sering melupakan-Nya.
aku tau Tuhan ada untukku selalu. aku tau Dia tidak pernah meninggalkan aku sendirian.
aku tau saat dimana aku mengharapkan seseorang untuk berjuang untukku, tapi tidak ada yang melakukannya, aku tau.. Tuhan tetap tidak membiarkan aku sendiri.
Dia selalu ada dan sedia...
ya Allah.. Nasha hanya tidak tau harus kemana saat Nasha merasa terlalu banyak dosa untuk mengadu pada-Mu..
:'(
Ivanasha Adani Prasetianti
dan sekarang aku tau Dia tetap ada untukku.
even saat aku pikir aku sendiri.
sekarang, titik dimana aku emang sedang merasa sendiri. aku tidak tau harus berlari kemana untuk meringankan beban yang ada di hati. aku tidak tau bagaimana caranya.
lalu lagi-lagi aku kembali pada-Nya. setelah sering kali aku melupakan-Nya.
atau lupa bersyukur.
aku kadang merasa aku terlalu hina untuk menghadap-Nya. aku merasa tidak pantas, tapi aku mencintai-Nya. hanya saja aku terlalu sering melupakan-Nya.
aku tau Tuhan ada untukku selalu. aku tau Dia tidak pernah meninggalkan aku sendirian.
aku tau saat dimana aku mengharapkan seseorang untuk berjuang untukku, tapi tidak ada yang melakukannya, aku tau.. Tuhan tetap tidak membiarkan aku sendiri.
Dia selalu ada dan sedia...
ya Allah.. Nasha hanya tidak tau harus kemana saat Nasha merasa terlalu banyak dosa untuk mengadu pada-Mu..
:'(
Ivanasha Adani Prasetianti
Wednesday, May 18, 2011
Vielen Dank :')
Alhamdulillah hari ini lega banget.. Ketemu sama Fa. I really miss him. Makasih ya Fa udah mau nemenin hari ini.. Makasih udah nepatin janji ☺
Btw, hari ini gua curhat ke Ajis. Tentang masalah gue dan itu entah kenapa ngalir deres banget dari bibir gue, seakan gua gamau berhenti cerita.. Seakan gua sedang melepaskan beban paling berat yang ada di diri gue. Entah, sampe nangis pun masih gua lanjutin curhatnya ke Ajis.. Dan, pas pulangnya, gua baru buka hape dan ada sms dari Ajis. He said;
"Sabar adalah kunci dari semua persoalan jgn pernah menganggap diri kita itu engga disayang atau apa karena kita gatau dibalik doa mereka itu ada nama nasha atau nama yg lain yg lebih sering disebut kita hanya bisa bersabar dan melakukan yg terbaik karena segala sesuatu yang kita perbuat akan 'nantinya' kita rasakan . Memang akan sangat sulit melewati itu semua tapi sulit bukan berarti nasha gabisa ngelewatin itu semua kan ?hehe maaf bukan mengajari tapi itu semua gua pernah alamin :') . Jangan lupa mengucapkan kata bismillah jika ingin mengawali segala sesuatu . Sekali lagi 'sabar' :'D"
Dan detik itu juga gua nahan airmata.. What he said is true. Walaupun gua bosen sama kata sabar, tapi ya emang jalan keluarnya hanya sabar.
Makasih Jis. Makasih banyak.
Sumpah makasih.
Elo meringankan sedikit dari beban gue..
Makasih juga Ji, udah meluangkan waktumu untuk nemenin aku.. Kadang aku pikir aku ga punya siapa2, lalu kamu bbm "lagi apa?" Atau "ssst" atau apakek.. Dan disitu aku jadi sadar, aku masih punya orang2 yang sayang sama aku selain mereka... ☺
Thanks Ji, Thanks Jis.
:')
*ps; ada bagian sms Ajis yg gua edit demi menjaga bagian privasi*
Salam Strong,
Ivanasha Adani Prasetianti.
Btw, hari ini gua curhat ke Ajis. Tentang masalah gue dan itu entah kenapa ngalir deres banget dari bibir gue, seakan gua gamau berhenti cerita.. Seakan gua sedang melepaskan beban paling berat yang ada di diri gue. Entah, sampe nangis pun masih gua lanjutin curhatnya ke Ajis.. Dan, pas pulangnya, gua baru buka hape dan ada sms dari Ajis. He said;
"Sabar adalah kunci dari semua persoalan jgn pernah menganggap diri kita itu engga disayang atau apa karena kita gatau dibalik doa mereka itu ada nama nasha atau nama yg lain yg lebih sering disebut kita hanya bisa bersabar dan melakukan yg terbaik karena segala sesuatu yang kita perbuat akan 'nantinya' kita rasakan . Memang akan sangat sulit melewati itu semua tapi sulit bukan berarti nasha gabisa ngelewatin itu semua kan ?hehe maaf bukan mengajari tapi itu semua gua pernah alamin :') . Jangan lupa mengucapkan kata bismillah jika ingin mengawali segala sesuatu . Sekali lagi 'sabar' :'D"
Dan detik itu juga gua nahan airmata.. What he said is true. Walaupun gua bosen sama kata sabar, tapi ya emang jalan keluarnya hanya sabar.
Makasih Jis. Makasih banyak.
Sumpah makasih.
Elo meringankan sedikit dari beban gue..
Makasih juga Ji, udah meluangkan waktumu untuk nemenin aku.. Kadang aku pikir aku ga punya siapa2, lalu kamu bbm "lagi apa?" Atau "ssst" atau apakek.. Dan disitu aku jadi sadar, aku masih punya orang2 yang sayang sama aku selain mereka... ☺
Thanks Ji, Thanks Jis.
:')
*ps; ada bagian sms Ajis yg gua edit demi menjaga bagian privasi*
Salam Strong,
Ivanasha Adani Prasetianti.
Monday, May 9, 2011
Hilang.
Aku seperti kehilangan arah
Jalanku lunglai dan tak bernada
Gelap sudah karena amarah
Cukup lama aku bertanya
Kenapa aku masih disini?
Tetap percaya pada hati
Walau tidak pernah ada jawaban
Selain kiasan.
Kenapa aku masih disini?
Tetap meminta tanpa memaki
Terlalu lama aku berdiam
Ditelan sedih yang karam
Semakin jauh melangkah
Pula semakin jauh aku tersesat
Aku kira arah tidak bersalah
Ternyata makin ku tertelan pekat
Saat setitik hampir sampai menyerah..
Kau baru tuntun aku setelah jauh aku hilang!
Tanpa meluruskan segala kaprah
Kemana kau selama aku diterjang?!
Ivanasha Adani Pasetianti
Jalanku lunglai dan tak bernada
Gelap sudah karena amarah
Cukup lama aku bertanya
Kenapa aku masih disini?
Tetap percaya pada hati
Walau tidak pernah ada jawaban
Selain kiasan.
Kenapa aku masih disini?
Tetap meminta tanpa memaki
Terlalu lama aku berdiam
Ditelan sedih yang karam
Semakin jauh melangkah
Pula semakin jauh aku tersesat
Aku kira arah tidak bersalah
Ternyata makin ku tertelan pekat
Saat setitik hampir sampai menyerah..
Kau baru tuntun aku setelah jauh aku hilang!
Tanpa meluruskan segala kaprah
Kemana kau selama aku diterjang?!
Ivanasha Adani Pasetianti
Subscribe to:
Posts (Atom)