kala tuan bertandang
membawa sepi di pundaknya
berderai luka masa lalunya
ia bercerita tentang hampa
segala riuh yang jauh dari utuh
dan kenyamanan yang lengang
dari seluruh harap paling keruh
ia berkata;
tak kutemukan apa-apa
selain hilang
tangannya membuka
seolah mengundang tanya
akankah aku melabuh diri
melengkapi apa yang sunyi
mungkin kali ini ia ingin
menjadi bahagia
di masa-masa gelap
ruang hidupku