Friday, February 7, 2020

Februar

pagi belum datang
kala tuan bertandang
membawa sepi di pundaknya
berderai luka masa lalunya

ia bercerita tentang hampa
segala riuh yang jauh dari utuh
dan kenyamanan yang lengang
dari seluruh harap paling keruh

ia berkata;
tak kutemukan apa-apa
selain hilang

tangannya membuka 
seolah mengundang tanya
akankah aku melabuh diri
melengkapi apa yang sunyi

mungkin kali ini ia ingin
menjadi bahagia
di masa-masa gelap
ruang hidupku