Tuesday, August 24, 2010

menghadapi kemarahan Anda.

Anda itu selalu seperti ini. Marah, dan lalu memutuskan contact begitu saja. Padahal saya sendiri tidak tau kesalahan saya. Mau Anda apa? Anda ingin benar-benar tidak mengenal saya lagikah? Lalu untuk apa selama ini Anda menunggu saya? Untuk apa waktu itu Anda mengaku kalau Anda ingin kembali lagi seperti seharusnya kita berada (seperti setahun yang lalu) .
Saya bisa bingung sendiri kalau Anda terus-terusan seperti ini. Anda bilang Anda cinta atau apalah itu , lalu Anda bilang bahwa perasaan Anda itu tidak harus selalu di umbar, di ungkapkan begitu saja depan umum, dan sikap Anda yang menunjukkan kalau Anda ada perasaan kepada saya.
Sebelumnya, saya bisa merasakan perasaan Anda itu, saya tahu Anda juga mencintai saya (apalah itu) seperti saya yang (juga) mencintai Anda. Tapi sekarang apa? Anda mudah sekali ya menghapus saya dalam diri Anda. Anda pergi gitu ajahhhh.
Jujur, saya tidak tau salah saya apa... Saya justru heran, kenapa Anda bisa menjauhi saya sebegitu tega-nya. Saya mulai kelelahan untuk menghadapi amarah Anda.
Mungkin ini waktu-nya saya untuk berdiam saja. Memberikan keheningan sejenak pada hubungan kita setelah setahun ini, hubungan yang begini-begini saja, hubungan yang keruh, yang bingung mencari jalan keluar.
Saya percaya, Anda ingin mencari jalan untuk kita seperti dulu. Saya percaya, perasaan Anda tidak sedangkal seperti yang orang lain pikir. Anda juga harus percaya, kalo perasaan saya lebih dari yang Anda pernah kira.
Takaran kesabaran kita berbeda, sebaiknya kita diam saja. Kita tapaki pelan-pelan sang waktu. Kita cari kebahagiaan kita bersama di lain hari.
Mungkin bukan sekarang, tapi saya janji... Waktu kita nanti.

Ivanasha Adani Prasetianti

Thursday, August 12, 2010

I will never move.

I know you think that I shouldn't still love you,
Or tell you that.
But if I didn't say it, well I'd still have felt it
where's the sense in that?

I promise I'm not trying to make your life harder
Or return to where we were

I will go down with this ship
And I won't put my hands up and surrender
There will be no white flag above my door
I'm in love and always will be

I know I left too much mess and
destruction to come back again
And I caused nothing but trouble
I understand if you can't talk to me again
And if you live by the rules of "it's over"
then I'm sure that that makes sense

I will go down with this ship
And I won't put my hands up and surrender
There will be no white flag above my door
I'm in love and always will be

And when we meet
Which I'm sure we will
All that was there
Will be there still
I'll let it pass
And hold my tongue
And you will think
That I've moved on....

White Flag - Dido.



I won't give up. I'll keep forward to reach your love.
there will be no white flag,
I'm in love.
do not think that I am moved on, cause I will never move.


Ivanasha Adani Prasetianti

Monday, August 9, 2010

there is someone.

There is someone, I loved most.
He's the one I never thought that I can fallin in love with .
Dan kita di tempatkan di posisi paling ga enak dalam suatu hubungan. Saling bingung mau kemana, sahabat bukan, pacaran juga bukan. Apalagi hts-an. Engga deh.
Tapi gue udah bersyukur atas apa yg terjalin di antara kita ini. Ini semua sekarang udah lebih dari cukup untuk selalu ngehibur gue. Haha. Seneng bisa ada di samping dia di saat gue kangen dia. He's more than a man. He's special. I don't even know how to describe it. Yang jelas, gue seneng aja gitu bisa kenal dia. Mungkin bisa di katakan kalo apa yang gue rasain ke dia itu lebih dari sekedar cinta-cintaan. Atau sayang-sayangan. Bukan perasaan maen maen lagi gitu, dan gue juga udah percaya banget sama dia, kalo dia itu someone never can be replace. Haha. Au ah, bingung bahasnya,
Gua berterimakasih banget sama Tuhan, karna udh mempertemukan gue sama cowo seunik dia. :P

Ivanasha Adani Prasetianti, loves 19.