Saturday, October 27, 2012

Genug.

Rasanya tidak akan cukup dengan hanya mencintaimu sehari, aku mencintaimu berhari-hari. Rasanya tidak akan cukup dengan mencintaimu sekali, aku mencintaimu berkali-kali. Rasanya tidak akan pernah cukup aku mengutarakan perasaanku dengan kata-kata, aku bisa mengatakannya lebih lewat mata.
Kamu buat aku kehabisan kata-kata untuk mengurai bagaimana itu cinta, kamu buat aku terkesima sedemikian rupa dengan bahagia. Kamu buat aku tidak tau bagaimana melukiskan perasaanku saat bersamamu..
Aku bahagia, tapi bukan hanya bahagia. Lalu apa kata yang tepat ? Apa kamu tau ? Aku jujur tidak tau.. Mungkin jika ada kata yang bermakna di atas rasa bahagia, mungkin itu kata yang tepat. Ehm... Komplit?
Apa ya? Kamu buat aku bingung!!! Aber es ist genug.. Ini tuh cukup.. Cukup bahagia untuk disebut bahagia. Cukup bahagia untuk dikatakan bahagia. Cukup bahagia untuk dirasakan bahagia. Cukup bahagia untuk diungkap sebagai bahagia.


Cukup.

Friday, October 26, 2012

Wieder... Danke?

Aku tidak tau lagi mesti merasa apa. Kamu buat nafasku tercekat, kamu buat degup ini berhenti sejenak, kamu buat hati ini terlampau terpikat.. Entah aku harus terharu menangis bersyukur, atau harus tersenyum lega telah menemukanmu..
Kamu, apa adanya, mencintaiku, yang juga apa adanya..
Seperti hari ini, dengan sikap-sikap romantis yang sederhana, yang lalu membuat aku tak bisa berhenti memikirkannya.. Sesederhana itu kamu membuat aku bahagia..
Aku... Mencintaimu.

Versprechen.

coba lihat ke dalam aku, mungkin ada serpihan yang belum kamu ketahui. mungkin ada juga serpihan yang serba mengeluh tidak puas. bukan maksud aku menyatakan bosan, bukan maksud cinta memudar, tapi aku hanya terkadang lelah. kamu tidak melihatku lebih dalam, dan kamu juga tidak membiarkan aku melihatmu lebih dalam dari apa yang kau tampakkan di hadapanku. aku hanya ingin mengetahuimu lebih, dan kamu mengetahuiku juga lebih. bukan sekedar menjanjikan, yang lalu kamu lupakan. aku tidak menyalahkan, aku hanya menyatakan. apa salah kalau kita lebih saling mengenal? apa salah kalau kita saling menjadikan satu sama lain sebagai tempat berbagi cerita? apa salahnya jika kita mencoba seperti itu? cinta, mungkin bagimu hanya sekedar apa yang kamu rasakan dalam hatimu, dan kamu nyatakan melalui bibirmu. mungkin kamu tidak tau, cinta bagiku ialah saling mengenal. cinta tidak sesederhana dongeng di buku cerita anak-anak yang selalu berakhir berdua bahagia, cinta tidak sesederhana sinetron yang serba cemburu, cinta itu jujur saja bagiku rumit. kamu harus belajar mendengar kata-kata yang tidak aku katakan, dan aku juga harus menjaga perasaanmu yang jarang kau sampaikan. bagiku, itu cinta. lalu bagaimana kita bisa belajar lebih dalam? jika yang kita jalani hanya menebak-nebak, tanpa saling memberi tanda? seharusnya kamu bisa mendengar kalimatku di antara diamku, seharusnya aku bisa mengerti cemburumu di antara rindumu tanpa perlu lagi menanyakan terlebih dahulu. bagaimana? dengan sebelumnya kita mengenal diri kita satu sama lain. apa salahnya kita berbagi cerita? berbagi canda atau haru yang kita lalui di antara jarak yang menganga? sulitkah, sayang?

Monday, October 22, 2012

Fantasy.

Aku rasa, kamu benar telah menjadi bagian yang paling melekat di diriku. Seperti pagi yang aku hirup lewat jendela kamarku. Sehangat itu, sesederhana itu. Kadang kamu muncul berupa fantasi yang menggairahkan. Ingin rasanya ku peluk, atau ku kecup-kecup wajahmu. Kamu bayangan yang paling nyata dalam pikiranku, seakan sudah satu paket mengalir dari hatiku. Imajinasi yang tanpa sadar menjadi teman dalam tidurku, mimpi. Seperti itulah aku mewujudkan rindu. Tanpa pernah sedetikpun aku absen memikirkanmu. Rupanya rindu lebih banyak terlukis melalui fantasi-fantasi mesra, di banding kalimat cinta yang aku ketik ke kamu. Begitulah rindu menuntunku menikmati cinta. Ia menjadikanmu aktor utama dalam pikiran-pikiranku. Dan aku bersyukur. Meski merindumu membuat sepiku bertambah kelu, tapi fantasi tentangmu selalu berhasil mengundang senyum di bibirku. Seakan keberadaanmu tepat di sampingku, sedang memeluk dan merengkuhku dengan penuh rindu..

Saturday, October 20, 2012

Danke.

Mungkin kamu tidak sadar, bagaimana pengaruh besar yang kamu bawa terhadap pipiku. Kamu membuatnya menjadi sering menyunggingkan tawa dan senyuman.. Dan kamulah yang selalu menjadi penyebabnya. Aku hanya terlalu bahagia sama kamu. Kamu mencintaiku sebagaimana aku tercipta. Kamu melihatku seakan aku sempurna. Kamu mempercayaiku seakan aku manusia tanpa dusta. Kamu mengerti aku seakan aku bayi baru lahir yang selalu pantas dimaklumi. Kamu selalu gentle menghadapi aku, dan itu hal baik. Aku bersyukur ditemui oleh Tuhan seorang pria yang mencintaiku seperti itu. Aku tidak bermaksud gombal. Hanya saja memang kamu mengundang banyak pujian keluar dari hatiku, mengalir ke jari ini, dan menuliskan kalimat-kalimat baik. Rasanya satu atau dua, atau bahkan beribu terimakasih tidak akan cukup menyanding cintamu. Sebab cintamu itu bukan untuk aku balas dengan terimakasih, melainkan dengan perasaan yang sama, yang juga tulus terlahir dari hatiku. Ya, aku mencintaimu, sebagaimana kamu mencintaiku :)