Saturday, June 15, 2013

Isyarat

i write my longing on the fragile leaf
as its fragility binds hint
of the little meaning in the messages that I sent
then that leaf dried out
before it gets  to you...

then i took another path
i told the afternoon breeze about my longing
which is so light like my coward heart
but the wind flies to another aim,
different directions...

my intention dies again
till i no longer know where to step my feet
then,
night greets me..

under the stars we see the same sky
even though its darkness is different
but only to them I could cry my longing out loud
i miss, i miss,
i miss you...

suddenly my eyes are getting tired
and the stars remain silent while listening
i decide to sleep now,
may my words arrive tomorrow
from the stars towards your sunrise

and that night,
i was dreaming of you...





aku tuliskan rindu di atas daun rapuh
sebagaimana kerapuhannya membalut isyarat
sebesar setitik makna dari pesan yang ku kirim
dan daun itu kemudian mengering
sebelum sampai...

kemudian aku mengambil jalan lain
aku adukan rindu kepada angin sore
seringan hati yang tidak pernah berani
lalu angin itu berbelok
ke arah yang berbeda...

niatku kembali mati
hingga tak tau lagi harus kemana melangkah kaki
hingga lalu,
malam menyapaku...

di bawah bintang kita melihat langit yang sama
meski pekatnya berbeda
maka hanya padanya lah aku menangiskan rindu
aku rindu, aku rindu,
aku rindu kamu....

mataku seketika letih
bintang masih tetap diam menyimak
aku tidur dahulu,
mungkin rindu bisa sampai esok
dari bintang kepada mataharimu yang terbit

dan malam itu,
aku memimpikanmu...


Ivanasha Adani Prasetianti 14062013