So many things I want to write. There are so many undescribeable moments happened, about the worst moment or best moment. Here I want to tell you about the worse one..
My (let's call her as someone) someone. She's pretty, clever, smart, and all the good things were born with her. I adore her so much, she's truly adorable. Don't ask me. I absolutely love her.. I was doing my best to be her pride. I want to be her precious person. I want to make her happy and smile because of me. But guess what... I always wrong in her eyes. Like I've never did right and I'll never ever do. I almost give it up, but then I think.. If she won't realizes what I've did for her, than I'll just keep my patience on her. I know she loves me too.
Even though I feel like she don't need me.. Or she's being so rude to me, or she likes to give me her anger, or blame me about anything.. ANYTHING. I will forever love her.
Cause she's my one and only angel.
Ivanasha Adani Prasetianti
Monday, April 11, 2011
Friday, April 1, 2011
Puisi Nasha 9
Aku bukan wanita yang pernah kau perjuangkan
Tidak cukup hebat untuk bertahta di hatimu.
Tidak cukup kuat untuk berada di hidupmu.
Tidak cukup bijaksana untuk mengerti jalan pikiranmu.
Aku bukan wanita yang kau perjuangkan
Tiada cinta yang tercipta pada tawa kita
Hilang sudah rindu yang ternyata itu palsu
Pun telah pudar kuatku untuk bertahan.
Aku bukan wanita yang akan kau perjuangkan
Aku tidak berada di masa depanmu
Atau masa lalumu.
Ternyata aku tidak berada di hatimu
Seperti yang kau tunjukkan.
Dengan isak harapan yang menggema
Dengan luka basah yang muak
Dengan doa tentangmu yang berakhir
Dengan kuat yang telah hilang
Aku tidak akan menjadi wanita itu.
Karena aku menyerah pada luka.
1 Maret 2011.
Ivanasha Adani Prasetianti.
Tidak cukup hebat untuk bertahta di hatimu.
Tidak cukup kuat untuk berada di hidupmu.
Tidak cukup bijaksana untuk mengerti jalan pikiranmu.
Aku bukan wanita yang kau perjuangkan
Tiada cinta yang tercipta pada tawa kita
Hilang sudah rindu yang ternyata itu palsu
Pun telah pudar kuatku untuk bertahan.
Aku bukan wanita yang akan kau perjuangkan
Aku tidak berada di masa depanmu
Atau masa lalumu.
Ternyata aku tidak berada di hatimu
Seperti yang kau tunjukkan.
Dengan isak harapan yang menggema
Dengan luka basah yang muak
Dengan doa tentangmu yang berakhir
Dengan kuat yang telah hilang
Aku tidak akan menjadi wanita itu.
Karena aku menyerah pada luka.
1 Maret 2011.
Ivanasha Adani Prasetianti.
Subscribe to:
Posts (Atom)