Monday, January 24, 2011

Love Letters.

Assalamualaikum,

Dear Kamu,

Saya kangen sekali sama kamu. To the point saja ya, saya ingin kembali lagi melewati waktu denganmu. Saya rasa 6 tahun hidup bersamamu, itu tidak cukup. Dan 10 tahun sudah kita tidak bersama. Padahal saya tidak mengharapakannya.
Ya, siapa yang nyana kalau Tuhan berkehendak lain. Mungkin rencana Tuhan masih dalam proses, dan sekarang masih dalam tahapnya. Mungkin rencana-Nya itu sangat indah, hanya kita saja yang tidak tau. Iya bukan?
Ah.. Tetap saja saya kangen kamu. Saya kan' ingin setiap pagi melihatmu, mengecup pipimu, atau memelukmu di malam hari sebelum saya menutup hari saya dengan mimpi indah (mungkin saja tentangmu). Saya juga ingin bisa melihatmu kapanpun saya mau. Saya kan' ingin kita seperti dulu. Saya ingin duduk di pangkuanmu lagi.
Jujur akan satu hal, saya iri. (Padahal rasa iri hati di benci Tuhan.. Astaghfirullah..). Tapi bagaimana? Saya iri sama mereka.
Bertahun-tahun saya iri sama mereka. Mereka mudah sekali bertemu 'kamu'-nya mereka. Lalu berdiri bersisian menuju satu tujuan. Seperti mengantar sekolah, pulang ke satu rumah, atau.... Hal-hal yang tidak kita lakukan bersama selama bertahun-tahun ini, tapi mereka melakukannya dengan mudah. Saya iri pada itu. Maaf, kalau perasaan iri saya ini salah. Dan ya, memang salah. Seharusnya saya mensyukuri apa yang Tuhan rencanakan. Walau saya belum tahu apa rencana-Nya itu. Seharusnya saya mensyukuri nikmatnya yang Ia berikan. Walau itu tanpamu.
Tapi, ada sisi yang menyenangkan dari rencana Tuhan.. Saya akhirnya bertemu lagi dengan kamu. Setelah 7 tahun berpisah, mungkin. Kala itu, saya merasa asing melihatmu. Sumpah. Saya seperti menemui seseorang yang adalah bagian paling penting dari hidup saya, namun saya malah tidak mengenalinya. Saya merasa asing. Sungguh. Saya tidak tahu harus bagaimana saat itu. Saya merasa Tuhan baru saja mendengar doa saya pada saat itu, bagaimana tidak? 4 hari sebelum kontak pertama kita setelah 7 tahun tidak berkomunikasi dalam bentuk apapun, saya berdoa... Sangat memohon pada-Nya. Saya bilang, saya rindu kamu. Saya ingin sekali bertemu. Walau hanya beberapa menit. Tidak apa. Asal saya bertemu kamu.. Subhanallah, 4 hari setelah saya berdoa seperti itu, saya menemuimu (atau kamu yang menemui saya?).. Tuhan Maha Mendengar ya? Dan tahukah kamu? Saya masih ingat, apa yang saya tulis untuk Tuhan..
"20 Maret 2008, Aku sangat menyayanginya. Tapi kenapa waktu begitu cepat? Padahal tidak ada apapun antara kita. Tapi kenapa kita tidak bisa kembali? Dan mengapa aku harus sendiri? Dan yang lain tidak tau bahwa aku sangat merindukannya. Aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin melihat senyumnya yang tulus untukku. Yang sepertinya bahagia melihatku. Bahkan, aku tidak punya fotonya.. Tuhan, pertemukan aku dengannya. Aku terlalu mencintainya." Itu yang saya tulis di sebuah buku.. Lalu masih ada tulisan lainnya...
"24 Maret 2008, ya Allah ya Tuhanku, terimakasih Engkau telah mendengar doaku. Dan mengabulkannya secepat ini. Engkau telah pertemukanku dengan dia, dia yang amat aku rindukan ya Allah.. Aku ingin sekali bertemu melihat wajahnya bukan hanya sekedar sms. Ya Allah, aku hari ini sangat bahagia. Aku tak dapat membendung airmata aku ini, karena aku terlalu bahagia. Ya Allah ya Tuhanku.. Terimakasih Engkau telah mendengar doa-doaku..".
Lihat? Tanggalnya? Itu buktinya bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita begitu saja. Itu buktinya bahwa Tuhan sudah menyediakan jalan lain untuk kita. Itu buktinya bahwa Tuhan mendengar doa kita. Itu buktinya bahwa Tuhan mengetahui betapa hebatnya saya mencintaimu. Itu bukti cinta saya yang Tuhan dengar...
Sekarang, hampir 3 tahun setelah pertemuan kita yang tidak di duga itu. Saya dan kamu, tetap tidak tinggal dalam dinding yang sama. Tapi keadaan sekarang membaik. Saya dan kamu sering menghabiskan waktu walau hanya untuk beberapa jam saja. Dan, setiap pertemuan itu, saya selalu yakin dan percaya.. Di situ Tuhan menyayangi kita lebih dari yang kita kira. Ternyata Tuhan memiliki rencana-Nya sendiri, walau banyak waktu yang harus kita lewati untuk mengetahui rencana-Nya.
Saya juga yakin sekarang, bahwa Tuhan mendengar saya kalau saya rindu kamu. Saya rindu kita. Saya rindu yang dulu. Saya kangen.... Kangen sama barisan kita yang seperti dulu, dimana saya menunggumu pulang, lalu memelukmu ketika kamu datang, lalu kamu cium saya dan adik saya. Wah.. Betapa romantisnya kita yang dulu ya? Hehe..
Dari sini saya bisa tahu, Kita telah dapat banyak cobaan dari Dia. Sekaligus mendapat banyak tugas, Dia menugaskan kita untuk pantang menyerah dalam berdoa dan bersabar. Saya tahu, semua ini kuncinya cuma kepercayaan kepada Tuhan. Saya yakin, bahwa Tuhan memiliki jalan-Nya sendiri, untuk kita, untuk yang terbaik bagi kita.
Saya yakin, kamu rindu saya juga.
Saya yakin, kamu mencintai saya, seperti saya mencintaimu.
Dan saya sangat yakin, Tuhan mendengar saya.
Saya kangen kita.


Wassalamualaikum..


Teruntuk Kamu, Bapakku.
Dari anak pertama mu, Ivanasha.

Thursday, January 20, 2011

A Bye never be Good.

Did I disappoint you or let you down? Should I be feeling guilty or let the judges frown? ’Cause I saw the end before we’d begun, Yes I saw you were blinded and I knew I had won. So I took what’s mine by eternal right. Took your soul out into the night. It may be over but it won’t stop there, I am here for you if you’d only care. You touched my heart you touched my soul. You changed my life and all my goals. And love is blind and that I knew when, My heart was blinded by you. I’ve kissed your lips and held your hand. Shared your dreams and shared your bed. I know you well, I know your smell. I’ve been addicted to you.

Goodbye my lover. Goodbye my friend.
You have been the one. You have been the one for me.

I am a dreamer and when i wake, You can’t break my spirit – it’s my dreams you take. And as you move on, remember me, Remember us and all we used to be I’ve seen you cry, I’ve seen you smile. I’ve watched you sleeping for a while. I’d be the father of your child. I’d spend a lifetime with you. I know your fears and you know mine. We’ve had our doubts but now we’re fine, And I love you, I swear that’s true. I cannot live without you.


Goodbye My Lover - James Blunt.

For sure, akhir2 ini gue gak bisa berhenti dengerin ini lagu.
Dan gua selalu galau pasti kalo gua denger lagu ini..

Cuma mau bilang, makasih ya buat kamu yang udah nunggu.
Tapi aku ga bisa ngasih lebih.

Maaf ya,
Aku ga bisa ngejaga kamu untuk tetap seperti dulu.
Aku kecewa sama diri aku sendiri,
Aku kecewa sama keadaan yang bikin kita begini,
Aku kecewa sama situasi,
Aku kecewa sama bertahun-tahun yg kita lewatin tanpa kita ngerti maknanya,
Aku kecewa karena aku gatau kamu siapa

Maaf ya,
Maaf banget.

Aku sayang kamu, sahabat.


Ivanasha Adani Prasetianti

Thursday, January 6, 2011

Rest In Peace

eh gue pengen naro puisi gue deh di sini, baru gue bikin nih beberapa hari yang lalu...

...


Aku menutup mataku dari apa yang ia lihat
Takut terjerembab masuk terpikat
Aku tidak mau melihat keindahan itu
Dan terpesona pada tabu.

Aku mengelak batin yang berbicara kencang
Tidak peduli ia mengerang!
Karena aku tidak mau menuruti.
Takut aku jatuh terlucuti..

Oleh cinta yang membahana
Dan rindu yang tidak kemana-mana.

Biarkan aku menutup mataku, batinku, dan cintaku..
Mengurungnya hanya untuk aku
Aku tidak ingin melihat keindahan
Pada dirimu, yang diriku tak bisa tahan

Tahan untuk tidak mengasihimu lebih dari ini.

Namun kau menarikku!
Kau menyeretku.
Membawa paksa aku masuk.
Menikmati indahmu yang ku kutuk.

Namun kau mencegahku pergi..
Aku semakin tertarik tak sadar diri
Kau bawa paksa cintaku yang ku jaga
Untuk kita nikmati berdua...
--Ivanasha,30 Desember 2010.


okeee hehehe udah yaak itu aja yg mau gua post, oke gua tau ini ga penting bat hahaha.
just sharing! thanks for your time!

Ivanasha Adani Prasetianti.