Gue udah ngelewatin berbagai macam bentuk persahabatan. Mulai dari yang ending-nya sangat tidak enak. Sampe yang ga ada ending sampe detik ini.
Dan lo tau gak?
Lo itu berharga buat gua!
Apalagi kalo misalnya kita bener-bener ngabisin waktu cuma kita berlima. Gua ngerasa lengkap banget!!! Ga ada kepurapuraan di antara kita.
Apalagi kalo kita lagi mikirin dan bicarain bareng-bareng gimana caranya nyatuin cewe-cewe Blast yang susah ngumpul bareng, and guess what dude?? We did it!!!
Apalagi kalo kita foto-foto bareng haha rasanya itu kamera bakal sampe pecah baru kita berhenti gaya!
Apalagi kalo kita lagi ngomongin sesuatu dengan serius, dan kita bener-bener ngomong dari hati ke hati. Sangat serius. Daleeem banget. Dan di situ gua ngerasa gua bener bener 'nyatu' sama elo semua.
Apalagi pas kita nangis bareng!!!! Kita bagi air mata kita sama-sama.. Biar ga cuma satu doang yang sedih. Tapi kita semua ikut ngerasain gimana rasanya itu.
Apalagi kalo salah satu dari kita ada yang bete, taugak apa? Ga ada yg berani ganggu deh. Pasti didiemin doang. Ga mau ikut campur. Ga nanya kenapa. Lo bakal nanya kenapa kalo salah satu dari kita yang bete itu udah sampe nangis. Ngerti kan? Itu istimewanya kalian taugak!! You all have your own way to show your love.
I wish I'm not wrong to call you all as my bestfriends.
I wish you all truly loves me, like I do love you all.
I wish it'll be the never-ending-friendship.
Buat elo, makasih banget selalu ada buat gue ya!!! Makasih selalu 'denger' gue, dan selalu jadi yang paling peka.
Buat elo, makasih ya udah sabar kalo pas pacaran suka gua gangguin. Abis pacar lu suka megang2 tangan lu sih, kan bukan muhrim.. Hahaha..
Buat elo, ayodong katakan cinta lo! Masa lo tiap suka sama orang lo selalu diem-diem aja sih? Mau ampe tu orang disabet cewe lain apa? Kemon dude! You're sweet and cute, don't be afraid to be ignored.
Buat elo!!!! Aduh makasih ya udah anggep kita semua sahabat :) abiss lo kan suka jutek -_- gua kira lo anggep gua dan yg lain itu biasa ajaa.. Dan makasih buat tumblr nya hehe.. Guess what, you are strong enough to face the fact. And I should called you a Strong Girl :) vielen dank meine Freundin!!! Sampe ketemu di Jerman yaaa ;)
Di tulis dengan penuh bunga-bunga dan cinta yang super lebay dari,
Ivanasha Adani Prasetianti.
Friday, February 11, 2011
Tuesday, February 8, 2011
The only thing I'm good at, is daydreaming.
Aku tinggal di rumah yang sangat besar, dengan kolam renang yang mewah, pelayan yang banyak, dan suasana yang tidak ramai. Kamarku besar dan mewah juga, dengan karpet beludru dan tempat tidur yang di balut sprai sultra. Aku punya banyak boneka beruang yang super empuk. Dan aku punya ruang sendiri untuk buku-buku ku, karena aku suka membaca. Di sana terjejer rapih komik dan novel, juga ensiklopedi lengkap.
Lebih dari itu semua, aku memiliki kebebasan, yang tidak semua orang bisa mendapatkannya seperti aku kali ini. Aku bebas memilih apa yang aku mau. Aku bebas memilih mana yang mau aku jalani. Aku bebas bertingkah seperti apa, dan aku bebas menolak apa yang aku tidak mau.
Menyenangkan bukan?
Dan nanti, suamiku adalah orang yang sangat sederhana. Sederhana dalam arti perilakunya. Dia tidak sombong, dan tidak juga banyak omong. Tapi dia mengerti aku, dia romantis dan tidak bertele-tele. Dia tidak menggombali ku dengan gombalan murahan. Dia menggombali ku dengan senyumnya setiap pagi.. Dia lah imam pada shalat ku, dan dia adalah imam terhebat dalam hidupku. Dia juga orang yang tidak suka berfoya-foya, tapi dia suka memfoya-foyakan waktunya untukku. Tapi dia juga tidak pernah melupakkan pekerjaannya. Dia teratur sekali dalam mengatur waktunya. Dan itu membuatku merasa dia sempurna. Dia tampan bagiku, tubuhnya tegap dan jauh lebih tinggi dariku. Dia yang bilang aku cantik saat aku malah berantakan..
Yang terpenting ialah, dia menjadi ayah yang baik untuk anak-anakku. Dia yang bersikap bijaksana dan apa adanya tanpa mengekang kebebasan anakku kelak.
Dia manusia terhebat yang pernah aku temui.
Lalu aku akan mengundang orang tuaku, untuk kuberangkatkan mereka haji bersamaku, setelah satu minggu kelulusan S3 ku dalam bidang hukum internasional lulusan Universitas Berlin. Aku akan buat mereka menangis bangga hingga tidak bisa berlaku apa-apa lagi selain menciumku, memelukku, dan bilang padaku bahwa mereka sangat beruntung memilikiku. Aku yang akan membuat mereka menganggap kalau aku ialah aset mereka yang paling berharga, dan mereka akan membangga-banggakan aku depan teman-teman mereka.
Aku, Ivanasha Adani Prasetianti.
SANG PEMIMPI.
(Beberapa ialah imajinasi, dan sebagian besar ialah harapanku terhadap masa depanku, amin ya Allah....)
Ivanasha.
Lebih dari itu semua, aku memiliki kebebasan, yang tidak semua orang bisa mendapatkannya seperti aku kali ini. Aku bebas memilih apa yang aku mau. Aku bebas memilih mana yang mau aku jalani. Aku bebas bertingkah seperti apa, dan aku bebas menolak apa yang aku tidak mau.
Menyenangkan bukan?
Dan nanti, suamiku adalah orang yang sangat sederhana. Sederhana dalam arti perilakunya. Dia tidak sombong, dan tidak juga banyak omong. Tapi dia mengerti aku, dia romantis dan tidak bertele-tele. Dia tidak menggombali ku dengan gombalan murahan. Dia menggombali ku dengan senyumnya setiap pagi.. Dia lah imam pada shalat ku, dan dia adalah imam terhebat dalam hidupku. Dia juga orang yang tidak suka berfoya-foya, tapi dia suka memfoya-foyakan waktunya untukku. Tapi dia juga tidak pernah melupakkan pekerjaannya. Dia teratur sekali dalam mengatur waktunya. Dan itu membuatku merasa dia sempurna. Dia tampan bagiku, tubuhnya tegap dan jauh lebih tinggi dariku. Dia yang bilang aku cantik saat aku malah berantakan..
Yang terpenting ialah, dia menjadi ayah yang baik untuk anak-anakku. Dia yang bersikap bijaksana dan apa adanya tanpa mengekang kebebasan anakku kelak.
Dia manusia terhebat yang pernah aku temui.
Lalu aku akan mengundang orang tuaku, untuk kuberangkatkan mereka haji bersamaku, setelah satu minggu kelulusan S3 ku dalam bidang hukum internasional lulusan Universitas Berlin. Aku akan buat mereka menangis bangga hingga tidak bisa berlaku apa-apa lagi selain menciumku, memelukku, dan bilang padaku bahwa mereka sangat beruntung memilikiku. Aku yang akan membuat mereka menganggap kalau aku ialah aset mereka yang paling berharga, dan mereka akan membangga-banggakan aku depan teman-teman mereka.
Aku, Ivanasha Adani Prasetianti.
SANG PEMIMPI.
(Beberapa ialah imajinasi, dan sebagian besar ialah harapanku terhadap masa depanku, amin ya Allah....)
Ivanasha.
Tuesday, February 1, 2011
hey Promise!
Hey, mana janji kamu..
Aku juga bingung harus bilang apa, aku juga engga tau tuh mau ngomongin apa..
Cuma heran aja, hari ini kamu berjanji sesuatu. Heran aja, apa iya tadi kamu lupa?
Aku juga ga nuntut kamu untuk ngelakuinnya sih, cuma kan, yang berjanji itu kamu, dan yang dijanjikan itu aku. Rasanya mengganjal aja bagi aku, kalau di ingkari janjinya. Padahal ya (walaupun bukan aku yang mau kamu berjanji seperti itu) tapi aku ingin sekali lho kamu menepati nya.
Maafin aku hari ini..
Sesuatu mengecewakanmu, tapi aku juga ga tau itu salahku apa bukan. Mungkin kalau di lihat dari mata mu, memang aku yang salah. Tapi aku menilai diriku sendiri, kalau apa yang terjadi tadi itu adalah hal biasa yg aku lakukan bertahun-tahun ini. Hanya saja, aku belum bilang ke kamu. Jadi kamu menanggapinya salah. Jadi aku yang harus minta maaf ya? Aku pikir, ini cuma salah paham saja. Yang seharusnya, kamu mengerti. Tapi aku paham juga kok, bagaimana perasaan kamu, tenang aja :)
Tapi...
Apa karena hal itu kamu melupakan janjimu?
Ivanasha Adani Prasetianti
Aku juga bingung harus bilang apa, aku juga engga tau tuh mau ngomongin apa..
Cuma heran aja, hari ini kamu berjanji sesuatu. Heran aja, apa iya tadi kamu lupa?
Aku juga ga nuntut kamu untuk ngelakuinnya sih, cuma kan, yang berjanji itu kamu, dan yang dijanjikan itu aku. Rasanya mengganjal aja bagi aku, kalau di ingkari janjinya. Padahal ya (walaupun bukan aku yang mau kamu berjanji seperti itu) tapi aku ingin sekali lho kamu menepati nya.
Maafin aku hari ini..
Sesuatu mengecewakanmu, tapi aku juga ga tau itu salahku apa bukan. Mungkin kalau di lihat dari mata mu, memang aku yang salah. Tapi aku menilai diriku sendiri, kalau apa yang terjadi tadi itu adalah hal biasa yg aku lakukan bertahun-tahun ini. Hanya saja, aku belum bilang ke kamu. Jadi kamu menanggapinya salah. Jadi aku yang harus minta maaf ya? Aku pikir, ini cuma salah paham saja. Yang seharusnya, kamu mengerti. Tapi aku paham juga kok, bagaimana perasaan kamu, tenang aja :)
Tapi...
Apa karena hal itu kamu melupakan janjimu?
Ivanasha Adani Prasetianti
Subscribe to:
Posts (Atom)