Tuesday, February 8, 2011

The only thing I'm good at, is daydreaming.

Aku tinggal di rumah yang sangat besar, dengan kolam renang yang mewah, pelayan yang banyak, dan suasana yang tidak ramai. Kamarku besar dan mewah juga, dengan karpet beludru dan tempat tidur yang di balut sprai sultra. Aku punya banyak boneka beruang yang super empuk. Dan aku punya ruang sendiri untuk buku-buku ku, karena aku suka membaca. Di sana terjejer rapih komik dan novel, juga ensiklopedi lengkap.
Lebih dari itu semua, aku memiliki kebebasan, yang tidak semua orang bisa mendapatkannya seperti aku kali ini. Aku bebas memilih apa yang aku mau. Aku bebas memilih mana yang mau aku jalani. Aku bebas bertingkah seperti apa, dan aku bebas menolak apa yang aku tidak mau.
Menyenangkan bukan?

Dan nanti, suamiku adalah orang yang sangat sederhana. Sederhana dalam arti perilakunya. Dia tidak sombong, dan tidak juga banyak omong. Tapi dia mengerti aku, dia romantis dan tidak bertele-tele. Dia tidak menggombali ku dengan gombalan murahan. Dia menggombali ku dengan senyumnya setiap pagi.. Dia lah imam pada shalat ku, dan dia adalah imam terhebat dalam hidupku. Dia juga orang yang tidak suka berfoya-foya, tapi dia suka memfoya-foyakan waktunya untukku. Tapi dia juga tidak pernah melupakkan pekerjaannya. Dia teratur sekali dalam mengatur waktunya. Dan itu membuatku merasa dia sempurna. Dia tampan bagiku, tubuhnya tegap dan jauh lebih tinggi dariku. Dia yang bilang aku cantik saat aku malah berantakan..
Yang terpenting ialah, dia menjadi ayah yang baik untuk anak-anakku. Dia yang bersikap bijaksana dan apa adanya tanpa mengekang kebebasan anakku kelak.
Dia manusia terhebat yang pernah aku temui.

Lalu aku akan mengundang orang tuaku, untuk kuberangkatkan mereka haji bersamaku, setelah satu minggu kelulusan S3 ku dalam bidang hukum internasional lulusan Universitas Berlin. Aku akan buat mereka menangis bangga hingga tidak bisa berlaku apa-apa lagi selain menciumku, memelukku, dan bilang padaku bahwa mereka sangat beruntung memilikiku. Aku yang akan membuat mereka menganggap kalau aku ialah aset mereka yang paling berharga, dan mereka akan membangga-banggakan aku depan teman-teman mereka.

Aku, Ivanasha Adani Prasetianti.
SANG PEMIMPI.



(Beberapa ialah imajinasi, dan sebagian besar ialah harapanku terhadap masa depanku, amin ya Allah....)






Ivanasha.