cinta paling diam yang kurawat dalam malam..
Bagaimana kabar rindu di dadamu? Sesepi rindu yang ada padaku kah?
Aku sekarang, sudah belajar merawat rindu. Tujuannya agar tidak ada rindu yang manja, merengek, dan meminta-minta dicinta. Aku tidak mau rindu yang seperti itu, Langit. Aku mau rinduku kuat. Kuat tak kaulihat, kuat tak kausapa, dan kuat pula tak tersampaikan. Aku mau mencintaimu tak perlu susah-susah. Aku mau mencintaimu dengan dewasa. Dan aku berdoa pada waktu, agar suatu hari kekuatanku dijawab dengan cinta yang selama ini kudambakan, Langit. Dengan cintamu.
Aku tak pernah bosan memimpikan matamu melihatku, tetapi aku tak ingin pula berlama-lama bermimpi. Sebab aku tahu dari awal kujatuhkan cinta untukmu, aku hanya mau kau menjadi kenyataanku. Tetapi kau tahu apa yang sulit, Langit? Ialah mengalahkan kemauan hatiku dengan kewarasan sadar tentang kita yang tidak lebih dari sekadar teman saja. Bukankah begitu menyakitkan?
Ketahuilah, Langit,
Selalu ada pungguk yang merindu bulan dan bersembunyi di pangkuan puisi, seperti adanya aku dan gemetar keberanianku yang mencintaimu diam-diam dan mengagumimu dalam-dalam.
Senja.