Kepadamu, Langit..
Jika bisa kutumpahkan senja pada kata-kataku, mungkin keberanianku akan bertambah dan mampu menyatakan segalanya di hadapanmu, sejujur-jurjunya. Tentang sekian perasaan tak terhitung yang berdiam di sesak hatiku; betapa kucintai kamu.
Hari ini, aku merindukan matamu melebihi seharusnya. Betapa ingin rasanya kunikmati sepasang teduh di jauh tatapanmu, hanya untukku sendiri. Jika saja akulah seseorang yang kauberi hatimu, mungkin akan dengan lantang kuakui rindu ini, Langit..
Meski masih tidak kuketahui kepada siapa hatimu bermuara, tetap kujaga perasaanku ini untukmu saja. Hingga entah kapan, aku yang tidak tahu kata menyerah, akan terus menatap hatimu yang sedang berdansa memuja hati yang lain. Sebab entah kapan pula, harus kuutarakan kata-kata yang mengendap tinggi di ujung ketakutanku.
Kutulis surat singkat ini sesaat setelah kamu mengatakan kepadaku
"aku merindukannya.."
Senja.