Friday, February 5, 2016

Akhirnya!

Kepadamu, Langit, 
yang tiba-tiba mengetuk pintu rumahku....

Akhirnya! 
Akhirnya kamu menepati janjimu; mengunjungiku. Dan tanpa memberitahuku lebih dulu, kamu membuat kejutan dengan tiba-tiba mengetuk pintu rumahku. 

Senyummu masih sama. Manisnya masih membuat jantungku berdebar lebih cepat. Caramu berbicara juga masih diam-diam mencuri nafasku. Aku jatuh cinta padamu, Langit, setiap detik mata kita berjumpa.. Aku tidak bisa menghalangi perasaan yang semakin membesar ini. 

Surat ini kutulis setelah kita mengobrol panjang di ruang tamuku dan akhirnya kamu pulang ke rumah temanmu, untuk menginap di sana. Besok lagi, kamu berjanji untuk mengajakku bermalam minggu di kedai kopi. Ah, entah mengapa kamu menyebutnya "malam mingguan" padahal kita hanya teman... Aku tahu, mungkin bagimu itu hanya candaan biasa. Tetapi bagiku itu adalah sebuah pengharapan, untukku bisa menghabiskan waktu yang mengesankan berdua bersamamu.

Aku bahagia, Langit.. Sangat bahagia sampai rasanya jantung ini ingin loncat keluar dari ruangnya. Kamu telah mencuri hatiku sejadi-jadinya, Langit..

Lagi-lagi, kamu membuatku tidak sabar akan esok hari.

Senja.