Tuesday, February 2, 2016

Begini Saja Cukup.

Kepadamu, Langit,
(yang sedang meneleponku selama hampir enam jam..)

Dari jam 7 malam sampai sekarang sudah hampir jam 1 pagi, kita masih tersambung di telepon. Kamu yang sedang bermain Dota dan aku yang sudah sempat tertidur selama dua jam, makan, dan nonton dua seri dari film Sherlock.

Aku tahu, tidak banyak yang kita bicarakan di telepon. Lebih sering kudengar kamu memaki lawanmu di Dota, mengeluh sebab kalah, atau terkadang berteriak senang karena akhirnya menang. Entah sudah berapa ronde kamu bermain Dota itu, dan aku masih setia menemanimu, meski tidak banyak yang kita bicarakan. 

Entah mengapa, sudah hampir setahun ini kamu rajin sekali main Dota, dan rajin pula memintaku menemani melalu telepon. Padahal, kita tidak berbicara banyak hal. 
Menurutku ini menyenangkan. Jujur saja. Walau kamu tidak jelas seperti itu, hahaha! 

Tetapi aku tahu kalau kamu tidak tahu; di setiap diamku yang terhubung ke telepon genggammu, aku mengucapkan perasaanku. Dengan berbisik dalam hati, kuakui betapa aku mencintaimu, betapa ingin kupeluk dirimu yang menahun kucintai, betapa ingin kurasakan nafasmu berhembus di dalam sebuah ciuman.. Dan betapa ingin kuketahui rasanya dicintai olehmu. Sekali lagi, hal-hal ini hanya dalam diam berani kuakui.

Dan Langit,
Aku tidak sabar menemuimu. Minggu ini kamu berjanji akan mengunjungi kotaku dan mengajakku minum kopi di Kafe tempat favorit kita. Aku ingin berbagi waktu denganmu dan sepasang Latte yang biasa kita pesan. Aku sungguh tidak sabar, Langit! 

Ketahuilah, Langit, pertemanan ini sangat kusyukuri. Meski kamu bukan kekasihku seperti yang selalu kuharapkan kepada Tuhan, kamu tetap mampu memberiku perasaan bahagia—juga cinta yang setiap hari tumbuh di dalam dadaku. 

Sudah, Langit. Surat hari ini kututup setelah kudengar kamu di seberang telepon mengatakan "Aku sudah selesai main nih! Mau masak mie sekarang. Temenin ya."

Tentu saja, akan kutemani kamu selama apapun yang kamu mau.
Sebab menemanimu, ialah kecukupan yang kusyukuri dalam hubungan ini.

Senja.