Monday, December 17, 2012

Scheiße.

Kamu tau apa yang terlintas di pikiranku ketika aku berjalan pulang saat itu?
Aku adalah jejak yang berlari dan tak kau kejar..
Itu. seperti itu perasaanku. Kamu tidak tau, hari itu aku berharap sangat banyak. Karena kata-katamu yang sialnya meyakinkan. Sehingga aku bangun lebih pagi, sehingga aku menahan ngantuk yang amat berat, hanya untuk waktu yang sebentar dan berharga itu. Aku kira bukan hanya aku yang lapar karena rindu. Aku kira bukan hanya aku yang bersiap pada hari itu.
Sepele. ya, memang sepele.
Tapi ucapanmu memang tidak pernah bisa aku pegang. Tidak konsisten. Plin-plan. Bayangkan, bagaimana bisa kamu bilang ingin bertemu aku, ketika saat di sampingku saja dirimu berlari entah kemana. Kemana pikiranmu itu? bukan kepadaku? Persetan dengan maafmu. Kamu memang tidak pernah mengerti. Mungkin kamu akan benar-benar mengerti ketika waktu itu tiba. Ketika kamu dihadapi jarak yang sesungguhnya. Aku benci kamu yang tidak menghargai waktu. Aku benci kamu yang tidak memegang perkataanmu sendiri.

Aku benci diriku, karena mempercayaimu.

Monday, November 26, 2012

Der Geburtstag.



Ini mungkin postingan yang bisa dibilang telat. Namun untuk menulis tentangmu tentu bisa kapan saja bukan?

23:50
Aku mulai gelisah.. Mungkin perasaan berlebihan terhadap harapan. Aku memang tidak berharap banyak, hanya berharap untuk dapat melihatmu di hari spesialku.
Akhirnya aku menenangkan diri dalam pelukan Omaku. Begitu nyaman rasanya melingkarkan tangan di badan beliau. Hatiku pun perlahan nyaman dan tenang. Aku berpikir, mungkin aku tidak dapat bertemu kamu, tapi aku masih bisa bertemu Omaku di hari spesialku.

23:59
Ini bahkan belum jam 12! Tanggal belum bergeser di kalender hp-ku. Namun lalu adikku masuk ke kamar omaku, menyalakan hp-nya untuk merekam video. Ia senyum-senyum sendiri sambil melihatku, lalu berkata "aku ada sesuatu untuk kamu Mba Nasha, kamu pasti suka.." ditariknya tanganku untuk keluar kamar.

00:00
Disitulah kamu. Lelaki berpita di kepala. Seperti apa yang aku inginkan. Lelaki yang saat itu dan sampai detik ini aku cintai. Di tangan kananmu memegang kue dengan lilin yang menyala, dan di tangan kirimu terduduk rapih bungkusan berisi boneka beruang yang besar. Tak lupa senyuman yang terhias di bibirmu. Senyuman yang selalu aku rindukan. Nafasku seakan tertahan sebentar. Seisi rumah seakan hanya aku dan kamu. Hadiah paling aku tunggu di hari itu, terwujud tepat di tengah malam bergantinya tanggal. Sesaat sempat aku kira ini hanya mimpi atau khayalan. Namun tubuhmu begitu nyata di hadapanku.

00:03
Aku tiup lilin yang ada di atas kue itu. Disitu aku benar-benar merasa baru dengan umur yang bertambah. Dan dengan kamu yang berada di samping raga.

02:02
Aku melihat jam. Lalu aku melihatmu. Ya, kamu. Masih berada di sampingku. Bahkan dalam rangkulanku!
Kamu terlihat sangat letih. Namun masih kau jaga senyum itu untukku..

05:34
Matahari sudah mulai tampak. Saatnya untukmu dan temanmu pulang. Sudah kita habiskan beberapa jam di rumahku untuk sekedar berpelukan dan membunuh waktu dengan beberapa obrolan. Tidak tergambarkan lagi betapa aku senang dan bahagia saat itu. Kegelisahan yang tak perlu lagi aku rasakan, kamu hapus sudah tak bersisa.


Dalam hari yang spesial, aku beruntung merayakannya dalam pelukanmu.
Terimakasih atas apa yang telah kau usahakan untuk sesungging senyum dalam bibir ini :)
Cintaku untukmu!

Sunday, November 25, 2012

Hoffnung.

Aku harap, sekarang aku lagi di sana. Detik ini juga. Aku bener-bener berharap begitu.. Rasanya aku bosan dengan jarak. Bukan karena kamu yang jauh dari aku. Melainkan karena aku yang akan lebih jauh darimu, dibanding kejauhanmu yang sekarang ini.

Sudahlah..
Harapan sekedar harapan.

Sunday, November 18, 2012

Es Tut Mir Weh.

Apa itu luka ketika aku sama sekali tidak pernah menebaknya?
Dan ketika pada akhirnya tergores juga, aku tidak bisa apa-apa selain kembali memaafkannya. Aku kira dia baik-baik saja. Ternyata perkiraan aku salah. Harus bagaimana?

Puisi Nasha 10;

Ketika apa yang aku kira nyata
Lebih indah dari mimpi
Dan realita yang aku anggap tidak fana
Menjadi satu-satunya jawaban dalam hati,
Hilang.

Ketika semua yang seharusnya di tempatnya sendiri
Menata diri mematut mimpi dengan rapi
Mengharap lebih dari sekedar janji-janji
Membuai akal sehat menjadi sekedar alibi,
Tersesat.

Disitu aku seperti kehilangan arah
Kau bantu aku menuju jalan yang berkaprah
Mungkin sesekali tak apa,
Tapi kau justru mengulangnya seakan tlah lupa

Cinta seperti apa yang dapat membuatmu puas?
Apa cinta yang hanya sekedar majas?
Atau luka yang lalu kau kira bisa impas?

Apa perlu aku menangis dulu
Agar kau tau?
Apa perlu aku marah
Agar kau jera?

Iya??


Thursday, November 15, 2012

Ich Verstehe Dich Immer.

Sederet memori semakin hari semakin banyak yang tergores dalam otakku. semuanya yang aku tunggu, terisi olehmu. kamu mampu membaca dialog yang aku ciptakan di imajinasiku. seperti saat aku berkata sesuatu, kamu lalu menjawabnya persis seperti apa yang aku harapkan. seperti itulah kamu membuatku sangat menikmati waktu bersamamu, sesederhana itulah waktu terbunuh saat kita berdua berdekatan. rasanya sebaris terimakasih tidak akan pernah cukup memuaskan batinku. aku hanya tidak tau bagaimana harus bereaksi atas kemesraan yang kita lalui.. aku bersyukur, dan lebih dari sekedar kata, aku mencintaimu. Perlahan dan pasti, senyummu seperti membunuh akal sehatku. aku mencintaimu dengan terlalu. Aku senang, akhir-akhir ini banyak waktu yang kita habiskan bersama. dan semakin sering pula kamu mencuri nafasku. kamu buat aku sesak terpesona. entah darimana asalnya pesona itu.. seakan dirimu memancarkan sesuatu yang bisa dinikmati hanya olehku. dan semakin sering pula aku memelukmu, merasakan hangat yang selalu membuatku menunggu. kata-kata dari mulutmu, terdengar amat manis menggelitik di telingaku. kata-kata yang selalu aku tebak terlebih dahulu di pikiranku.. kamu hanya terlalu lurus, sebab itu aku bisa menebakmu. itu hal yang baik! dan aku bersyukur kamu begitu. dengan kelurusanmu yang mudah aku tebak, aku jadi semakin merindumu. suaramu membuat aku selalu ingin mau, mau, mau, dan mau lagi! aku ingin selalu bersamamu! Kenangan ini--semuanya-tidak akan pernah hilang dari ingatanku. tentang beribu tentang yang kita lalui bersama. tidak akan pernah bergeser dari catatan di kepalaku. sebab dirimu selalu mudah diingat:) one day with you makes me insane.

Friday, November 9, 2012

An Dich Denken.

dan di sinilah aku duduk ditemani secangkir Latte dan seorang sahabat. mungkin mataku menatap lurus ke layar laptop, tapi pikiranku tak berhenti memelukmu dan menciumi kamu jutaan kali. aku rindu kamu. sangat dan sangat rindu. aku tau, kita masih bisa bertemu sekitar sebulan sekali atau paling cepat dua minggu sekali. tapi akhir-akhir ini pikiranku melayang lebih jauh dari seharusnya. bagaimana jika nanti aku hanya bisa bertemu kamu setahun sekali? dua tahun sekali? atau bahkan sebelum waktu yang ditentukan, kita justru telah menyerah? bagaimana? aku tau aku egois dan aku sadar kamu sudah sangat sabar menghadapi aku. aku tau kamu menyayangi aku berlebihan, seperti aku yang tidak pernah menyerah mencintaimu meski dengan keegoisanku. mungkin di matamu, aku seperti akan meyerah. tapi ini aku, seringkali tenggelam sendiri dengan pemikiran yang kadang tidak bisa aku kontrol, lalu kamu yang harus sabar menanggung ego ku. tapi ini aku, Baby.. aku hanya mencintaimu terlalu dalam dan aku hanya merindukanmu melebihi batas wajar. aku merindumu dengan egois..

Saturday, October 27, 2012

Genug.

Rasanya tidak akan cukup dengan hanya mencintaimu sehari, aku mencintaimu berhari-hari. Rasanya tidak akan cukup dengan mencintaimu sekali, aku mencintaimu berkali-kali. Rasanya tidak akan pernah cukup aku mengutarakan perasaanku dengan kata-kata, aku bisa mengatakannya lebih lewat mata.
Kamu buat aku kehabisan kata-kata untuk mengurai bagaimana itu cinta, kamu buat aku terkesima sedemikian rupa dengan bahagia. Kamu buat aku tidak tau bagaimana melukiskan perasaanku saat bersamamu..
Aku bahagia, tapi bukan hanya bahagia. Lalu apa kata yang tepat ? Apa kamu tau ? Aku jujur tidak tau.. Mungkin jika ada kata yang bermakna di atas rasa bahagia, mungkin itu kata yang tepat. Ehm... Komplit?
Apa ya? Kamu buat aku bingung!!! Aber es ist genug.. Ini tuh cukup.. Cukup bahagia untuk disebut bahagia. Cukup bahagia untuk dikatakan bahagia. Cukup bahagia untuk dirasakan bahagia. Cukup bahagia untuk diungkap sebagai bahagia.


Cukup.

Friday, October 26, 2012

Wieder... Danke?

Aku tidak tau lagi mesti merasa apa. Kamu buat nafasku tercekat, kamu buat degup ini berhenti sejenak, kamu buat hati ini terlampau terpikat.. Entah aku harus terharu menangis bersyukur, atau harus tersenyum lega telah menemukanmu..
Kamu, apa adanya, mencintaiku, yang juga apa adanya..
Seperti hari ini, dengan sikap-sikap romantis yang sederhana, yang lalu membuat aku tak bisa berhenti memikirkannya.. Sesederhana itu kamu membuat aku bahagia..
Aku... Mencintaimu.

Versprechen.

coba lihat ke dalam aku, mungkin ada serpihan yang belum kamu ketahui. mungkin ada juga serpihan yang serba mengeluh tidak puas. bukan maksud aku menyatakan bosan, bukan maksud cinta memudar, tapi aku hanya terkadang lelah. kamu tidak melihatku lebih dalam, dan kamu juga tidak membiarkan aku melihatmu lebih dalam dari apa yang kau tampakkan di hadapanku. aku hanya ingin mengetahuimu lebih, dan kamu mengetahuiku juga lebih. bukan sekedar menjanjikan, yang lalu kamu lupakan. aku tidak menyalahkan, aku hanya menyatakan. apa salah kalau kita lebih saling mengenal? apa salah kalau kita saling menjadikan satu sama lain sebagai tempat berbagi cerita? apa salahnya jika kita mencoba seperti itu? cinta, mungkin bagimu hanya sekedar apa yang kamu rasakan dalam hatimu, dan kamu nyatakan melalui bibirmu. mungkin kamu tidak tau, cinta bagiku ialah saling mengenal. cinta tidak sesederhana dongeng di buku cerita anak-anak yang selalu berakhir berdua bahagia, cinta tidak sesederhana sinetron yang serba cemburu, cinta itu jujur saja bagiku rumit. kamu harus belajar mendengar kata-kata yang tidak aku katakan, dan aku juga harus menjaga perasaanmu yang jarang kau sampaikan. bagiku, itu cinta. lalu bagaimana kita bisa belajar lebih dalam? jika yang kita jalani hanya menebak-nebak, tanpa saling memberi tanda? seharusnya kamu bisa mendengar kalimatku di antara diamku, seharusnya aku bisa mengerti cemburumu di antara rindumu tanpa perlu lagi menanyakan terlebih dahulu. bagaimana? dengan sebelumnya kita mengenal diri kita satu sama lain. apa salahnya kita berbagi cerita? berbagi canda atau haru yang kita lalui di antara jarak yang menganga? sulitkah, sayang?

Monday, October 22, 2012

Fantasy.

Aku rasa, kamu benar telah menjadi bagian yang paling melekat di diriku. Seperti pagi yang aku hirup lewat jendela kamarku. Sehangat itu, sesederhana itu. Kadang kamu muncul berupa fantasi yang menggairahkan. Ingin rasanya ku peluk, atau ku kecup-kecup wajahmu. Kamu bayangan yang paling nyata dalam pikiranku, seakan sudah satu paket mengalir dari hatiku. Imajinasi yang tanpa sadar menjadi teman dalam tidurku, mimpi. Seperti itulah aku mewujudkan rindu. Tanpa pernah sedetikpun aku absen memikirkanmu. Rupanya rindu lebih banyak terlukis melalui fantasi-fantasi mesra, di banding kalimat cinta yang aku ketik ke kamu. Begitulah rindu menuntunku menikmati cinta. Ia menjadikanmu aktor utama dalam pikiran-pikiranku. Dan aku bersyukur. Meski merindumu membuat sepiku bertambah kelu, tapi fantasi tentangmu selalu berhasil mengundang senyum di bibirku. Seakan keberadaanmu tepat di sampingku, sedang memeluk dan merengkuhku dengan penuh rindu..

Saturday, October 20, 2012

Danke.

Mungkin kamu tidak sadar, bagaimana pengaruh besar yang kamu bawa terhadap pipiku. Kamu membuatnya menjadi sering menyunggingkan tawa dan senyuman.. Dan kamulah yang selalu menjadi penyebabnya. Aku hanya terlalu bahagia sama kamu. Kamu mencintaiku sebagaimana aku tercipta. Kamu melihatku seakan aku sempurna. Kamu mempercayaiku seakan aku manusia tanpa dusta. Kamu mengerti aku seakan aku bayi baru lahir yang selalu pantas dimaklumi. Kamu selalu gentle menghadapi aku, dan itu hal baik. Aku bersyukur ditemui oleh Tuhan seorang pria yang mencintaiku seperti itu. Aku tidak bermaksud gombal. Hanya saja memang kamu mengundang banyak pujian keluar dari hatiku, mengalir ke jari ini, dan menuliskan kalimat-kalimat baik. Rasanya satu atau dua, atau bahkan beribu terimakasih tidak akan cukup menyanding cintamu. Sebab cintamu itu bukan untuk aku balas dengan terimakasih, melainkan dengan perasaan yang sama, yang juga tulus terlahir dari hatiku. Ya, aku mencintaimu, sebagaimana kamu mencintaiku :)

Thursday, April 19, 2012

FREEDOM.

long time no post. sorry.
happy 2012! hope life won't end this year haha.
and happy seventeen, me ;p

yep. I am now seventeen. its kinda sweet, and unyu. lol -_-

hm............... today was the last day of National Exam. guess what?
ALHAMDULILLAH ITS END. NO MORE SCHOOL....

tinggal tunggu graduasi aja deh trus fix udah bukan anak putih abu abu lagi.
gembira dan sedih jadi satu.
tapi gue malah gak sabar buat kuliah dan nyicip budaya baru. yep. gue mau banget kuliah di jerman :( semoga ada jalan ya buat ke sana.. soalnya pada nyuruh gue di UI.. dikira gampang apa masuk UI -_- dan lagian gua ga minat buat di UI :(

heheheeheheh
I almost forgot, how the freedom taste..
sudah 12 tahun lebih jd anak berseragam..
hehe.

lets say it loud!
FREEEEEEDOOOOMMMM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Ivanasha Adani Prasetianti