Friday, November 9, 2012
An Dich Denken.
dan di sinilah aku duduk ditemani secangkir Latte dan seorang sahabat. mungkin mataku menatap lurus ke layar laptop, tapi pikiranku tak berhenti memelukmu dan menciumi kamu jutaan kali. aku rindu kamu. sangat dan sangat rindu.
aku tau, kita masih bisa bertemu sekitar sebulan sekali atau paling cepat dua minggu sekali. tapi akhir-akhir ini pikiranku melayang lebih jauh dari seharusnya.
bagaimana jika nanti aku hanya bisa bertemu kamu setahun sekali? dua tahun sekali? atau bahkan sebelum waktu yang ditentukan, kita justru telah menyerah?
bagaimana?
aku tau aku egois dan aku sadar kamu sudah sangat sabar menghadapi aku. aku tau kamu menyayangi aku berlebihan, seperti aku yang tidak pernah menyerah mencintaimu meski dengan keegoisanku. mungkin di matamu, aku seperti akan meyerah. tapi ini aku, seringkali tenggelam sendiri dengan pemikiran yang kadang tidak bisa aku kontrol, lalu kamu yang harus sabar menanggung ego ku. tapi ini aku, Baby.. aku hanya mencintaimu terlalu dalam dan aku hanya merindukanmu melebihi batas wajar. aku merindumu dengan egois..