Anda itu selalu seperti ini. Marah, dan lalu memutuskan contact begitu saja. Padahal saya sendiri tidak tau kesalahan saya. Mau Anda apa? Anda ingin benar-benar tidak mengenal saya lagikah? Lalu untuk apa selama ini Anda menunggu saya? Untuk apa waktu itu Anda mengaku kalau Anda ingin kembali lagi seperti seharusnya kita berada (seperti setahun yang lalu) .
Saya bisa bingung sendiri kalau Anda terus-terusan seperti ini. Anda bilang Anda cinta atau apalah itu , lalu Anda bilang bahwa perasaan Anda itu tidak harus selalu di umbar, di ungkapkan begitu saja depan umum, dan sikap Anda yang menunjukkan kalau Anda ada perasaan kepada saya.
Sebelumnya, saya bisa merasakan perasaan Anda itu, saya tahu Anda juga mencintai saya (apalah itu) seperti saya yang (juga) mencintai Anda. Tapi sekarang apa? Anda mudah sekali ya menghapus saya dalam diri Anda. Anda pergi gitu ajahhhh.
Jujur, saya tidak tau salah saya apa... Saya justru heran, kenapa Anda bisa menjauhi saya sebegitu tega-nya. Saya mulai kelelahan untuk menghadapi amarah Anda.
Mungkin ini waktu-nya saya untuk berdiam saja. Memberikan keheningan sejenak pada hubungan kita setelah setahun ini, hubungan yang begini-begini saja, hubungan yang keruh, yang bingung mencari jalan keluar.
Saya percaya, Anda ingin mencari jalan untuk kita seperti dulu. Saya percaya, perasaan Anda tidak sedangkal seperti yang orang lain pikir. Anda juga harus percaya, kalo perasaan saya lebih dari yang Anda pernah kira.
Takaran kesabaran kita berbeda, sebaiknya kita diam saja. Kita tapaki pelan-pelan sang waktu. Kita cari kebahagiaan kita bersama di lain hari.
Mungkin bukan sekarang, tapi saya janji... Waktu kita nanti.
Ivanasha Adani Prasetianti