Sunday, October 11, 2015

Hast Du Angst?

jika aku bisa memuntahkanmu dengan kata-kata yang bengkak di dalam kepalaku,
aku ingin banyak bertanya.
banyak sekali.

mengenai hal-hal yang selama ini aku sembunyikan dan tidak aku katakan kepadamu;

pertanyaan pertama,
apakah kamu memikirkan aku seperti aku memikirkan kamu?
jika pertanyaan ini tidak bisa kamu jawab, maka aku akan dengan berat hati menyimpulkan kamu tidak melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan selama ini. kalau begitu aku bisa mengaku bahwa aku lelah telah jauh memikirkanmu setiap hari sementara kamu tidak pernah memikirkanku. atau mungkin kita tidak saling memikirkan dengan takaran yang sama. aku memikirkanmu tanpa jeda, sementara kamu memikirkan aku seperlunya saja.

pertanyaan kedua,
pernahkah kamu memikirkan bagamana rasanya kehilangan aku?
jika pertanyaan ini lagi-lagi tidak bisa kamu jawab, maka dengan berat hati aku menyimpulkan bahwa kamu masih belum terlalu mencintai aku sebanyak aku yang mencintai kamu. seperti yang aku tahu, kemungkinan besarnya cinta seseorang dapat diukur dengan seberapa besar kita memikirkan kemungkinan kehilangannya. sementara jika kau tidak pernah memikirkan kehilangan aku, mungkin kamu hanya tidak cukup mencintai aku.

sampai sejauh ini, biarkan aku menulis hanya sampai dua pertanyaan ini saja, aku tidak bisa melanjutkannya lagi. hatiku terlalu berat untuk menulis. hatiku kacau.

memikirkan kemungkinan kau tak mencintaiku sebanyak aku mencintaimu.
aku mulai takut
kehilangan
hatiku sendiri.