Sunday, July 29, 2018

Tuhan,

Tuhan, untuk kali ini saya ingin melupakan seseorang. Pikiran tentangnya begitu menyiksa. Datang tak pergi-pergi dan mengganggu semua hal yang seharusnya lebih penting kupikirkan. Tuhan, tolong hapuskan rasa ini jika memang ini adalah rindu. Saya tidak mau rindu yang berat seperti ini. Saya sudah cukup dengan perasaan yang tak teraih, saya sudah sadar kalau ini hanya akan sia-sia. Dan itulah mengapa ini terasa lebih berat dari seharusnya.

Saya masih ingat perasaan bertahun lalu yang diciptakan begitu serupa seperti perasaanku hari ini, oleh seseorang yang hanya memberi kata-kata manis tanpa berniat menjadikannya nyata. Saya sudah lelah menghadapi harapan seperti itu. Tidak bisakah saya lebih jera dengan sesuatu yang berujung ketidakpastian?

Membayangkan jika suatu hari saya harus kembali terpuruk karena menaruh harapan lebih kepada semesta, membuat takutku gemetar. Sungguh. Seperti trauma yang tidak ingin kuulangi sekali lagi. Seperti cerita yang kutahu ujungnya hanya penuh dengan tangisan dan penyesalan. Seperti hal-hal yang detik ini juga tak mau saya rasakan, atau saya pikirkan. Tuhan, lihat tanganku sekarang, mereka gemetar menulis ini. Saya takut.

Kalau ini adalah rindu, tolong hapuskan. Kalau ini hanya rasa penasaran, tolong hilangkan. Sungguh Kaulah yang paling tahu pernah seberapa sulit kuhadapi perasaan seperti ini. Saya bisa terluka dan menjadi setengah gila karena dijatuhkan oleh harapan. Bukan karena saya menaruh banyak harapan kepadanya, melainkan saya menaruh banyak harapan kepadaMu, Tuhan. Harapan yang kulantangkan perihal jarak dan pertemuan. Sama seperti dulu, sama seperti bertahun yang lalu. Ketika bahkan tak ada satu kata pun yang sanggup menyelamatkan.

Kini saya sudah enggan untuk mengangkat tangan dan berdoa kepadaMu untuk menyebut nama seseorang. Saya enggan untuk berharap atas cinta yang bisa membuatku bahagia. Bahkan saya enggan jatuh cinta, Tuhan. Cinta itu menyakitkan dan menyingkirkan semua yang lebih penting darinya. Mungkin ini karena saya tidak tahu cara mencintai yang benar. Mungkin ini karena saya pernah disakiti sedemikian hebatnya hingga rasa takutku melambung lebih-lebih dari mereka yang bisa menikmati cinta serta kebahagiaannya.

Tuhan, bagiku cinta itu menakutkan.
Bila Kau ingin memberikanku perasaan cinta,
tolong, buatlah cinta itu jatuh pada seseorang yang pasti-pasti saja.

Untuk saat ini, saya cuma ingin berhenti memikirkan siapa pun.
Kecuali diriMu.