dan tahukah kau apa yang paling kurindukan?
jalan raya yang tak lagi bising, malam itu ketika kita melangkah melalui pohon-pohon yang melambai ke arahmu, ataukah ke arahku, tak sungguh kutahu, tetapi di sanalah kutemukan kita perlahan menghangat bahkan ketika angin berembus di balik rambut kita. seperti inikah akhir musim yang akan kulalui? sunyi tak lagi sedingin seharusnya.
terang bintang sayup-sayup terbias dari matamu, aku bahkan berdoa dalam hati semoga kau tak tersenyum, atau sekali lagi setelah matamu, aku akan jatuh cinta melebihi kemampuan rinduku. kau jangan dulu tersenyum, biar bahagia kita simpan sama rata di balik diam, biar sinar yang kulihat di tatapanmu menjadi bulan di malamku yang lain, biar tak perlu cinta ini berbicara terus terang.
tetapi ke sanalah rinduku paling liar berkendara, mengelilingi rekaman kita di bawah tarian daun-daun, mengulang lagi dan lagi teduh matamu, dan tak bisa berbohong. jika namamu memang harus ada di dalam hatiku, akan kusiapkan puisi sebagai tempat terbaik.