Friday, August 4, 2017

Heimweh

Banyak rasanya yang saya rindukan saat ini. Saya rindu rumah, saya rindu ibu dan ayah, saya rindu teman-teman di Indonesia, saya rindu malam puisi, saya rindu gebetan-gebetan di Korea, saya rindu adik saya yang menyebalkan, saya rindu pulang.

Ah, pada akhirnya yang paling saya rindukan saat ini memang rumah. Kangen rasanya bisa lihat muka Mama setiap hari, bisa sarapan nasi dan lauk yang sudah dimasakin, bisa berantem sama Adam kalau rebutan mobil, bisa nonton tayangan televisi yang berbahasa Indonesia, dan lain-lain.. dan lain-lain.. Hal-hal yang tidak bisa saya temukan di sini. Di kota yang ribuan mil jauhnya dari kerinduan itu.

Saya hanyalah anak rantau yang merindu rumah. Yang menulis tulisan ini sambil mendengarkan lagu Marantau yang dicover orang yang tidak saya kenal di Soundcloud. Yang menulis tulisan ini sambil memikirkan nasi uduk karena di sini masih pagi hari dan saya lapar sekali....

#7HariMenulis hari ketiga, semoga kita semua baik-baik saja.

Selamat merindu!

Marantau - Ades Sadewo

Lagu pertama berhasil menjadi judul hari ini, meski sebetulnya saya belum pernah mendengarkan lagu ini versi aslinya. Lagu ini saya dengarkan dari suara seorang teman saya yang sungguh merdu. suaranya melantun dengan seindah-indahnya di telinga saya, ketika dia menyanyikan lagu ini. Meski lagu ini dalam bahasa Padang yang tidak saya mengerti. Sampai detik ini, saya tidak bisa melupakan kekaguman saya mendengar lagu ini ketika dinyanyikan oleh teman saya itu. Sesuatu yang tak bisa dijelaskan di sini.

Pilihanku  - Maliq

Sewaktu saya kelas 2 SMA, kebanyakan teman sepermainan saya adalah laki-laki. Jadi, adalah hal yang biasa jika saya duduk sebangku dengan cowok. Dia adalah teman saya, sama seperti teman cowok saya lainnya. Kami sering duduk satu bangku jika teman sebangku saya yang biasanya sedang ingin duduk dengan yang lain. (No hard feelings kayak misal lagi musuhan gitu ya lol). Lalu tanpa semesta beritahu lebih lanjut lagi, saya dan dia (si cowo ini) akhirnya yalumayanlebihdekatdariyanglain gitu ya, blabla saya singkat saja sampai diii... Tiba-tiba sewaktu kelas sedang tidak ada gurunya, anak-anak cowok yang lagi kumpul di belakang kelas hura-hura, berjalan mendekat menuju sudut lain belakang kelas which was tempat duduk saya dan dia. Ada tiga orang di antara mereka yang memainkan gitar, dan sisanya bernyanyi-nyanyi. Saya tidak begitu memperhatikan lagu apa yang sebelumnya mereka nyanyikan, yang jelas, tiba-tiba mereka menyanyikan lagu Pilihanku. Mereka bernyanyi bersama-sama sambil melihat saya dan dia. Kemudian, saya yang otaknya suka lama nyambungnya, baru sadar sesuatu ketika dia yang duduk di sebelah saya menatap saya dengan tatapan berarti sambil senyum-senyum sendiri. Dia memegang tangan saya sambil ikut menyanyikan lagu Pilihanku-nya Maliq yang diiringi gitar oleh anak-anak cowo yang tanpa saya sadari sudah berdiri rapi di belakang dia. Saya sungguh malu dan menoleh ke arah dinding berkali-kali. Saya tertawa-tawa ketika saya sadar saya sedang ditembak! 

Pengalaman menarik yha sebagai anak SMA? Haha!

Nightmare - Avenged Sevenfold

Lagu ini suka sekali dulu saya dengarkan setiap hari. Lagu yang mengobati patah hati saya ketika gagal nonton konser Avenged Sevenfold di Ancol beberapa tahun lalu. Jadi ceritanya begini, dulu ketika saya beserta om dan saudara saya yang ingin menonton konser itu sudah sampai di Ancol, di depan pintu masuk konser, tiba-tiba kami mendengar di tkp perihal isu A7x tidak jadi tampil. Orang-orang belum diberi masuk oleh panitia konser entah kenapa. Padahal, konser harusnya sudah dimulai pada pukul 5. Tapi hingga pukul 5 lebih, kami semua belum masuk juga ke arena konser. Masih tertahan di pintu masuknya. Hingga.... Hal yang menyakitkan itu terjadi..... Panitia mengumumkan kalau konser dibatalkan dan memberitahu cara refund tiket yang sudah kami miliki. SEDIH KAN? Saya sih sedih waktu itu, Sedih banget sampai tidak tahu harus bicara apalagi. Sepanjang jalan pulang saya hanya diam di mobil. Om saya berusaha menghibur tapi tidak berhasil. Dan, sesampainya di rumah, saya masuk ke kamar dan mengunci pintu. Saya menangis keras sambil menatap tiket konser di tangan. 

The Second You Sleep - Saybia

Saya suka sekali lagu ini. Dulu saya suka menyanyikan lagu ini bersama-sama dengan adik saya yang umurnya cuma beda satu tahun dengan saya. Dia laki-laki dan sudah berjenggot. Kalau menyanyikan lagu ini, mukanya berubah jadi seperti anak kecil. Dia tidak bisa nyanyi, tapi maksa. Jadinya mukanya menggelikan. Haha!

The Good Good - Snoop Dogg

Pacar saya dulu nembak saya setelah dia memutar lagu ini as the backsound. Semacam sengaja gitu. 

Mencintaimu Cause I Need You - Fase

Kamu harus dengar lagu ini! Kalau saya sih, baper bukan main dengar lagu ini. Liriknya suka menyentuh hati saya dengan cara yang tidak bisa saya jelaskan. Rasa ini tak mampu kutepis, kata lagu itu. Kalimat sederhana yang menceritakan segalanya. Dulu, saya menerima sebuah surat cinta pendek dengan pesan singkat sebelum surat itu kubuka: "Jika kau hendak membaca surat ini, tolong bacalah sambil mendengarkan lagu 'Fase - Mencintaimu Because I Need You' ost film Cindolo Na Tape." dan kalimat terakhir di dalam surat cintanya adalah: Ingin rasanya kukatakan, "Aku mencintaimu," Tapi bukankah cinta membahagiakan? 

Mungkin karena itu saya baper sama lagu ini. 

Goodbye - Air Supply

Ini lagu kesukaan Mama saya. Dulu waktu SMP, tiba-tiba dia curhat sama saya kalau dia dari lama suka sama lagu-lagunya Air Supply, dan lagu yang paling dia sukai adalah yang judulnya Goodbye. Sehabis Mama bilang begitu, saya langsung cari tahu lagu Goodbye itu seperti apa. Setelah ketemu, saya dengarkan dan dengarka lagi. Awalnya saya bingung kenapa Mama suka lagu itu. Lagunya terdengar lawas dan tidak masuk sama telinga saya yang waktu SMP sukanya dengar lagu RAN. Tapi, lagu Goodbye itu tetap saya dengarkan karena saya ingin menyukai lagu yang Mama saya sukai. Tidak perlu waktu lama, saya sudah tanpa sadar tidak bisa berhenti mendengarkan lagu itu. Saya jadi suka sekali dengan lagu Goodbye. Hingga saat ini, setiap saya mendengar lagu Goodbye, saya selalu ingat kalau lagu itu lagu kesukaan Mama. 

Wednesday, August 2, 2017

Was Macht Man Glücklich?

Jadi, di hari pertama #7harimenulis ini saya harus menulis tentang 7 hal yang membuat saya bahagia. Ya, baiklah. Saya coba ingat-ingat dulu apa 7 hal yang membuat saya bahagia.

1. Sholat. 
Soalnya sholat bikin sejuk, bikin hati tenang, bikin pikiran-pikiran berat jadi jauh, bikin merasa dekat dengan Tuhan, bikin merasa dekat dengan kamu. Yea, namanya juga abis doa minta jodoh.

2. Twitter!
Waaaah! Gak bisa dipungikiri lagi kalau Twitter suka buat saya ketawa sendiri. Gila sih tidak, cuma linimasa saja yang suka menggila. Coba saja Twitter bisa lebih sering melucu dan bercanda bareng instead of nyinyir atau ngajak berantem akun lain. Spread the leg love, guys. Not hate. Dan karena di Twitter juga saya punya banyak teman yang suka puisi kayak saya. Biasanya kalau saya lagi bosan, saya lompat-lompat di akun Twitter orang buat mencari puisi yang tepat untuk menghibur hati. Yeu~ Sesungguhnya tanpa kamu sadari, saya ini suka merhatiin twit kamu loh. Kamuuu.. Iya, kamuu. 

3. Pacar deh.
Kenapa pakai 'deh'? Karena sama dia juga biasanya banyak ribut dan adu mulut. Kalau adu mulutnya sih kadang enak kadang engga ya, ehm, kalau enak ya basah kalau tidak enak ya berantem. Tapi di balik semua kerusuhan emosi yang saya lalui sama pacar, dia selalu bisa membuat saya bertanya-tanya: why am I so happy in your arms?

4. Puisi Mama.
Jadi biasanya saya dan Mama suka membicarakan perihal puisi. Mama seringkali memberi saya masukan untuk puisi yang habis saya tulis. Menyenangkan. Soalnya saya merasa sangat beruntung punya seorang ibu yang juga menyukai puisi. Biarlah dunia ini sepi dari orang-orang yang ingin memahami puisi, asal ada Mama saya yang selalu kasih saya masukan untuk apa yang saya tulis. Tapi tahukah kamu apa yang paling membahagiakan dari sekadar masukan? Adalah puisinya! Yep, suatu waktu saya dapat chat dari Mama yang berisi: "Ini mama punya puisi buat nasha..". Dan dari situlah kebahagiaanku meluap-luap.

5. CHICKEN NUGGETS OMG I CANT SAY NO MORE BCZ NUGGETS IZ LYFE.

6. Masak di dapur.
Karena saya pecinta nuggets yang suka masak, maka bisa dibilang kalau saat-saat masak di dapur itu bikin saya senang. Misal ketika saya memotong bawang, pasti pikiran saya jadi teralihkan dan hanya terfokus ke bawang. This would sound weird, tapi, proses memasak itu indah banget. Entah kenapa. Barangkali, kutemukan rasa sayang di balik bawang. lol. Kadangkala ketika saya banyak pikiran, pasti saya akan memasak sesuatu yang membutuhkan proses lama atau resep yang cukup rumit. Seperti contoh: donat kentang—one of my favorite right now. Bikin donat kentang itu membutuhkan proses yang lumayan memakan waktu. Merebus kentang, menghangatkan susu, mengaktifkan ragi, sampai proses menuggu adonan mengembang yang memakan waktu lebih dari 1 jam. Tapi, itu semua justru saya lakukan dengan senang hati. Karena apa? Karena selama proses itu yang saya pikirkan adalah: semoga enak, biar teman-teman pada suka. 

7. Apa ya?
Bagi kalian yang sudah menulis di hari pertama #7harimenulis ini, pasti beberapa dari kalian menemukan kesulitan dalam menulis di nomor paling terakhir inii. Nomor tujuh. Sebab jujur saja sekarang saya begitu. Bingung dan tidak tahu harus menaruh apa di nomor tujuh. Mungkin sesuatu yang membuat saya bahagia di nomor tujuh ini adalah hujan, kopi, biru, senja, laut, langit, gunung, atau bukit. Saya sungguh tidak tahu. Harusnya, di nomor 7 ini saya bisa menulis setiap detail kebahagiaan yang pernah saya rasakan. Bahagia ketika jalan-jalan sama teman, bahagia ketika perasaan dibalas oleh gebetan, bahagia ketika memeluk orang tua saya, bahagia ketika mencium pipi pacar, bahagia ketika episode terbaru Rick&Morty keluar, bahagia ketika penulis kesayangan saya menerbitkan buku baru, bahagia ketika difollowback akun yang saya kagumi, bahagia ketika tulisan ini dibaca kamu, bahagia ketika tulisan ini kamu share ke orang lain semata-mata karena ingin membahagiakan saya, bahagia karena #7harimenulis banyak yang ikut, bahagia karena...

hah! 


Alhamdulillah. 
Ternyata stok bahagiaku banyak.