Aku menulis ini dan amat tahu kalau kau akan sesegera mungkin membacanya. Aku tahu, kau sedang berada di halaman catatan jurnalku yang satu ini; membolak-balik halaman demi halaman dengan judul-judul yang bahkan kini sudah terasa asing bagiku. Kau mencari tahu setiap inci tentangku, tentang apa yang pernah kutulis dan apa yang selama ini terjadi di dalam hidupku.
Pertanyaanku, tidakkah itu melelahkanmu?
Melihat ke dalam bagian-bagian yang tidak menyenangkan dari diriku, menelusuri setiap patah dan bahagia yang pernah kulalui bersama orang lain--ketika sebenarnya kini apa pun yang ingin kujalani di dalam hidupku adalah bersamamu. Kautemukan nama-nama dari masa laluku. Kumpulan huruf yang sekarang sudah sangat enggan untuk kuingat. Tidakkah itu memuakkanmu? Sebab, ya, bagiku ini memuakkan.
Mencatat sesuatu yang pernah terjadi di dalam perasaanku, untuk tahu bahwa ternyata perasaan itu berlalu dan tidak akan selamanya sama.. Menemukan masa lalu di mana aku pernah jatuh dan bangun begitu peliknya, menatap iba diriku yang dulu, sekaligus rasanya ingin sekali memberi tepuk tangan yang meriah sebab ternyata bisa kulewati semua itu sampai di detik ini, dan aku tiba di dirimu..
Perjalanan jauh, namun terasa begitu dekat. Sebab di tanggal-tanggal yang begitu jelas, mencatat semuanya, aku memiliki kesempatan untuk mengulang hal-hal itu sekali lagi. Manis, namun memuakkan.
Sebab masa lalu yang begitu jelas teringat tidak selalu terasa hebat.
Di sini, aku hanya ingin mengatakan sesuatu, selagi kau yang menjadi pembaca pertamaku..
Jangan biarkan kita menjadi tanggal-tanggal yang tertinggal dan tidak terulang. Aku menyayangimu. Hari ini, sampai entah kapan, aku tidak ada niat untuk berhenti. Bantu aku mengisi catatan hidupku dengan segala yang manis, jika kau berkenan. Dan yang paling penting, kuminta sekarang kau pun mengaminkan.
Terima kasih telah membacaku.