malam ini, aku menahan napas ratusan, atau bahkan ribuan kali. entah kenapa. seperti ada yang begitu menyesak. dan lalu aku menangis; menyadari aku sedang mengingatmu dengan terlalu. mungkin hari ini adalah hari yang pernah aku takutkan ketika itu, ketika malam terakhir aku melihat kamu. aku takut suatu hari aku akan menyesali malam itu dengan terlalu. aku takut aku akan menangisi penyesalan itu.
dan memang benar hari ini, aku menyesal.
aku menyesal aku tidak memberanikan diri untuk memelukmu. aku menyesal dan amat menyesal. sehingga sekarang aku hanya bisa mengutuk diri karena membayangkan kapan aku bisa memelukmu. sementara ketika kamu di depanku, di hadapanku, dan begitu nyata bisa kusentuh, aku justru mengurungkan niat itu seakan aku masih bisa melihatmu besok atau di waktu yang dekat.
ternyata aku benar benar menyesali kebodohanku malam itu. kenapa aku tidak memelukmu!
sekali saja.
sekali saja.
aku ingin tahu bagaimana rasanya memelukmu. sebab aku ingin merindukanmu sambil menggambar pelukanmu di tubuhku. aku ingin tahu bagaimana hangatmu. aku ingin tahu. aku amat ingin tahu.
aku merindukanmu,
dan aku ingin sekali memelukmu
sekarang juga...