Saturday, November 8, 2014

Ich?

malam ini, mendadak saya ingin duduk dan menulis dengan tenang. menulis untuk menjadi diri saya sendiri. saya bosan membandingkan diri saya dengan orang lain. saya bosan merasa tidak sebaik orang lain. saya bosan menyibukkan kepala saya dengan pikiran bahwa saya tidak seperti mereka, dan saya ingin menjadi seperti mereka. saya bosan menyalahkan diri saya karena tidak menggiatkan diri agar bisa menjadi seperti mereka. 

sungguh saya bosan.

saya ingin berhenti menyalahkan diri, dan membanding-bandingkan diri. saya sadar saya tidak akan pernah menjadi seperti mereka, karena saya bukan mereka. saya sadar saya terlalu melihat orang lain sehingga saya seringkali lupa melihat diri saya sendiri. bahkan jujur saja, saya seringkali mengingat ingat apa yang sudah saya lakukan, apa yang sudah saya buat, dan bagaimana saya melakukan hal hal itu, hanya untuk mencari tahu bagaimana sebenarnya diri saya. saya merasa kurang mengenali diri saya sendiri karena saya sibuk menjadikan diri saya bayangan orang lain. 

sebagai contohnya, saya sibuk menjadikan cara bicara saya seperti A agar terlihat lebih menyenangkan, saya sibuk membuat tulisan dengan menjadikan B kiblat saya, saya sibuk mematut diri untuk menjadi C, saya sibuk mencari-cari cara untuk seperti dia, dia, dan dia. 

tidak jarang saya termukan diri saya merasa iri karena saya tidak bisa seperti mereka. saya melihat mereka begitu hebat, begitu mengagumkan di mata saya. hingga akhirnya di detik ini saya menyalahkan diri saya sendiri karena saya terlalu lalai. saya lalai akan diri saya sendiri. saya merasa kurang menghargai diri saya sendiri. padahal seringkali orang lain menanyakan bagaimana menjadi saya.

lalu saya ini seperti apa sebenarnya? 
saya bahkan hampir tidak mengenali diri saya sendiri, karena saya sibuk melihat mereka. sementara saya lengah tidak menyadari ada yang melihat saya sebagaimana saya. 

saya rasa ini cukup, semua hal hal tentang membandingkan dan menyalahkan diri sendiri seharusnya saya hapus dari pikiran saya. saya tidak ingin lagi menjadi orang yang bukan saya. saya akan melanjutkan segala sesuatu di jalan saya sendiri, tanpa perlu mematut diri menjadi orang lain. dan tidak sepantasnya saya merasa iri, sebab saya seharusnya bangga jika saya bisa menjadi diri sendiri.

iya, 
seharusnya saya merasa cukup bangga jika saya bisa menjadi diri saya sendiri. 
sebab diri saya, hanya saya yang memiliki. 
sebab saya, bukan mereka.