pernah kepada Tuhan aku meminta agar kau tak dijauhkan. pernah kepada Tuhan aku meminta agar kita bisa selalu dekat. pernah kepada Tuhan aku berharap untuk tidak kehilangan, kamu.
seperti zat zat adiktif yang terkandung dalam sebatang rokok, begitulah kamu dalam kerinduanku. kamu takaran nikotin yang tidak pernah kukira candunya akan begini hebatnya. aku ingin selalu merindukanmu, meski itu terkadang menyakitkan, tetapi aku tidak berencana berhenti. aku ingin terus begitu! bayangan tentangmu sungguhlah adiksi bagiku.
tenang, aku sudah meminta Tuhan agar kita tidak dijauhkan. jadi, tidak mungkin kamu kehilangan aku. percayalah, akupun tidak ingin kehilangan kamu.
tahukah kamu? pada malam yang lengang, seringkali aku duduk tenang dan pikiranku melayang. melarungkan rindu kepada langit malam yang padahal tidak pernah mengetahui jawaban waktu. tetapi kamulah di saat itu, adiksiku yang paling tidak bisa kutahan. aku memikirkanmu, aku merindukanmu: ialah hal yang tidak bisa dicegah malam-malam.
sekali lagi, tenang. aku sudah meminta Tuhan agar kau tak dijauhkan. jadi, tidak mungkin aku yang menjauh darimu. sebab doaku bukan begitu, doaku ialah untuk terus bersamamu. percayalah, jika aku bisa, aku ingin hidup dengan memelukmu tanpa lepas. sayangnya, ternyata kita masih butuh napas.
oh! oh! terkadang orang bilang yang adiktif itu tidak baik bagi kesehatan. tetapi mungkin mereka salah, kamu tidak pernah buruk bagi aku. aku tahu itu. aku merasakannya. kamu tidak memiliki efek samping bagiku. kamu seperti zat adiktif sekaligus obat terampuh bagiku. merindukanmu: menyakitkan dan menyembuhkan.
ingat, jangan lupa menenangkan kekhawatiranmu ya, sayang? aku pernah meminta Tuhan untuk kita, dan akan selalu kurayu Ia untuk kita. percayalah, hatiku menjaga debarnya karenamu.
percayalah,
aku sudah terlalu mencanduimu.