aku menjelma ciuman-ciuman lupa ingatan
yang kehilangan akal
dan merasa kekal
ketika malam sudah siap menutup matanya
puisi telah rebah tanpa pakaian
dan kita,
sepasang resah yang menyembunyikan desah
katakan padaku, sayang,
seberapa lama kau butuh waktu
untuk menjelajahi tubuhku?
sebab yang kuminta hanya satu:
tinggallah sebagai kecupan yang tak mengenal waktu.
malam ini kau
ialah kunang-kunang
yang hanya cahaya
ketika kupadamkan lampuku
terbanglah di atas dadaku,
sementara gelap semakin mencintai kita
tanpa bertanya apa-apa;
ia diam, mendengarkan kita mengerang dalam
malam ini kau
ialah segala hal yang kucintai sepenuh pasrah;
layarkanlah tubuh ini,
sejauh-jauh mabuk yang kau kehendaki!