Maka aku memilih untuk tidak lagi.
Aku memilih mencari jalan agar berbahagia; dengan atau tanpamu memang selalu sama. Tidak ada bedanya. Yang berbeda hanya pandangan orang-orang. Tapi tidak pada pandanganku.
Aku terlalu banyak cacat untukmu.
Untuk apa-apa yang gagal kupertahankan, aku cacat. Aku tidak bisa menunda kerusakan tersebut. Kita telah terlalu lama pongah dan aku kelelahan. Aku terlalu banyak berusaha di awal, dan kau terlalu banyak menanti aku memperbaiki semuanya, sementara aku sudah ingin sekali menyerah.
Maka menyerahlah aku.
Dan kuingin kau merelakan kebahagiaan kita yang masing-masing;
Seperti aku yang telah melapang dada.