Aku percaya, sebelum ini semua, kita pernah menggunakan hati kita masing-masing untuk mencintai orang lain dengan begitu hebatnya. Aku tidak mau menyangkal, aku tahu aku pernah, dan kupercaya kamu juga pernah.
Tapi ada hal lain yang harus masuk dalam kepercayaan itu, Aku ingin menyadari kalau kini, di waktu yang sedang berjalan, kita sedang saling memiliki. Kuharap juga saling mencintai dengan sekuat-kuatnya sepasang hati. Sebab aku sudah berjalan ke depan dan berlalu. Sekarang, aku memiliki waktu bersamamu dan kuserahkan hati yang ada padaku, hanya untuk kamu seorang. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu juga berlalu, dan siap berjalan hanya denganku.
Aku tidak pernah memiliki pikiran bahwa bisa kumiliki hatimu when you said so, sebab jauh lebih dalam dari itu semua, aku meminta hatimu kepada Yang Maha Memilikmu. Dengan itu, aku ingin dicintaimu seorang.
Ya, mungkin aku begitu egois mencintaimu, tapi inilah apa adanya cintaku. Hati aku sangat ingin dicintai kembali olehmu, dan hanya hatikulah yang kamu cintai.
Bolehkah seperti itu, kekasih?
aku ingin berjalan
di mana masa lalu hanyalah angin
yang embus dan dingin di tengkuk
leher kita masing-masing
untuk kemudian menghadiahkan sebuah peluk;
saling menghangatkan,
saling menguatkan.
dengan mengatakan, kau kepadaku,
aku kepadamu.
cinta.