di dalam tulisan ini, aku mencuri malam yang masih di langitmu, agar gelapnya merangkul kau dan aku semakin dalam, hingga bahkan tak bisa lagi kucuri tatapanmu yang tajam.
aku ingin lumat, sampai habis di ujung dahagamu. menjadi ciuman atau pelukan memabukkan. kemudian tanpa sadar menanggalkan akal di ujung kamar, menikmati tanganmu yang mulai bergerak nakal. aku tidak ingin menjauh. kusadari betapa lama kunantikan ini.
kata-kata di ujung bibirku memilih untuk bersuara di lidahmu saja. dengan napas yang berderu, aku menyebutkan namamu bersamaan dengan kau mengelukan namaku. kita mendamba untuk tiba di bintang jatuh yang sama.
kita terbakar sampai tak ada lagi cahaya sama sekali. bahkan jendela yang terbuka tak berhasil mencuri sinar bulan di atas sana. dengan gelap ini, kau meyakinkanku bahwa cinta datang tanpa perlu terlihat oleh mata.
"kau bisa merasakannya.."