aku selalu menanti saat di mana kita dapat berbagi di hadapan sepasang gelas kopi, atau jeruk hangat tanpa gula. terserah apa pun minumannya, aku hanya ingin segera mengisi celah di antara kita yang nganga. akan kuceritakan kepadamu tentang patah hati terdalam yang kualami.
kau tahu, hadiah terbaik bagiku adalah cerita tentang luka. mengapa? karena itu berarti kau memercayai lawan bicaramu. kau bagi sesuatu yang tak semua bisa tahu.
sambil berharap, kau tidak akan melakukan hal yang sama kepadaku; kau tidak akan melukai perasaanku sedalam itu. karena aku percaya. kau selalu tahu bahwa perasaanku sesederhana itu. kau hanya tak perlu mengkhianatiku, maka akan kubagi seluruh yang kupunya. bahkan setiap napas yang berjiwa.
di masa ketika kita berbagi luka, aku berharap itulah masa ketika tugas kita satu-satunya adalah mengusahakan kebahagiaan.
dan aku berharap kau tentu bersedia membagiku kisah-kisah yang selama ini tak kutahu. barangkali, tentang kepada siapa hatimu pernah tertambat begitu dalam hingga ingin menghapusku sama sekali. aku yakin pernah ada seseorang yang mencuri hatimu separah itu.
tapi tak apa, toh pada akhirnya aku tahu kita tidak akan ke mana. sudah lama kita merangkai mimpi; dari kata seumur jagung, hingga puisi sedalam palung. aku yakin perasaan yang pernah menggoyahkan hatimu hanyalah ujian bagi mimpi kita untuk belajar lebih dewasa lagi.
kau tidak usah tanya mengapa aku bisa begitu yakin, bahkan sebelum mimpi kita terwujud. aku tahu kau paling tahu jawabannya. seperti yang pernah kaukatakan: "jawablah sesuka hatimu, karena hatimu adalah jawaban yang aku suka."
maka kuharap di kejauhan sana, kau selalu mengaminkan segala yang kita percaya. Tuhan, dan cerita-cerita yang kita harapkan dalam restunya. karena tanpa kau betul-betul ketahui, aku pun selalu menyelipkan namamu di doaku yang panjang.
mungkin bukan saat ini, belum.
tapi sungguh aku percaya kita akan tiba di sebaik-baiknya masa.
aku menunggu.