jika dirimu sendiri butuh seucap amin
dari bibir-bibir asing yang kauharapkan
peduli sebagai sesama manusia
Entah sudah seperti apa kau patah
rusak dan terkoyak-koyak
terbenam di tengah laut
dan kau tak tahu kapan surut
Meski kian asin matamu memerih;
memerah dan meremah
Dan pengakuan adalah dosa
neraka dalam prosa
Kau kubur hatimu lebih dalam dari tanah agar bumi membakarmu kembali menjadi asal muasal napas sebelum kau merasakan segalanya; air susu ibu, bubur buah, nasi hambar, lauk-pauk hijau;oranye;kuning;ungu;merah,
Kau tak tahu lagi apa yang kautulis
sementara doa dan dosamu terus bertambah-tambah.