Thursday, August 17, 2017

Di Perjalanan Pulang

Malam ini jalanan Bremerhaven sepi dan udaranya dingin. Aku cuma pakai sweater tipis. Di tengah-tengah dingin begini, yang paling aku ingat itu kamu. Setiap satu langkah aku jalan, aku bayangin kamu juga sedang jalan di sebelahku. Aku pikir aku ga bakal ingat kamu banyak-banyak hari ini. Nyatanya, dari tadi siang aku keluar rumah, sampai tengah malam ini aku baru pulang sendirian jalan ke rumah, aku ga bisa berhenti mikirin kamu. 

Hhh..

Aku lihat lampu jalan, yang aku ingat kamu. Aku lihat Wohnung tetangga, yang aku ingat kamu. Aku tuh jadi bayangin apa yang kira-kira akan kita obrolin kalau kita jalan kaki berdua ke arah rumah untuk pulang.

Hm.. Gimana ya..

Sebetulnya aku ga ingin kangen sama kamu, tapi kok seharian ini, semua, segala sesuatunya mengingatkan aku sama kamu. Aku ga bisa mencegah itu.

Ohya, malam ini langit juga udah ga ada bintangnya lagi. Atau sebetulnya ada, tapi aku ga bisa lihat. Karena aku pikir, apa gunanya melihat keindahan bintang kalau aku ga bisa ceritain keindahan itu secara langsung ke kamu. Kamu ingat kan, biasanya aku suruh kamu mendongakkan kepala ke langit supaya kamu bisa lihat bintang-bintang itu. Ingat kan?

Aku kangen sama kamu.

(Haha. Lucu ya, aku bisa kangen kayak gini ke kamu. Padahal aku lagi kesel banget sama kamu.) 

Hm, sekarang aku harus menyalakan lampu Wohnung sendiri. Aku ingat biasanya kamu yang pencet tombol lampunya. Dan kalau naik tangga, kamu pasti naik duluan ke atas. Ninggalin aku, mentang-mentang aku ga bisa naik tangga dengan cepat. Kamu ga mau tungguin aku..

Tuhh.. kan.. Aku mikirin kamu lagi...


Aku kangen sama kamu.