Kemarin saya meminta kepada Tuhan agar kita dijauhkan. Kamu tahu kenapa? Karena saya sangat mengenal diri saya sendiri. Saya takut kalau sewaktu-waktu saya akan jatuh. Dan saya tahu, setiap kali saya jatuh, saya tidak pernah setengah-setengah. Sementara saya juga sangat tahu, tidak ada jatuh di antara kita yang merupa kepastian. Semuanya masih terlalu abu-abu untuk diperjuangkan. Dan karena alasan itu, saya meminta Tuhan agar kita dijauhkan.
Tetapi, saya tidak mengerti..
Kenapa kita justru semakin dekat? Kenapa saya juga tidak bisa mengambil satu langkah pun menjauh dari keberadaanmu? Yang ada, saya selalu menemukan diri saya mencari-cari di mana adamu. Saya tidak tahu apakah ini jalan Tuhan, atau ini sebetulnya jalan yang saya inginkan. Seakan saya telah lupa akan doa yang saya ucapkan kemarin--agar kita berjauhan. Tetapi, semesta dan angkasa seperti selalu saja membuat saya kembali tergoda. Saya ingin kembali ke arahmu, dan kerap mencari sesuatu yang berhubungan denganmu. Rasanya seperti tidak ada perasaan yang Tuhan hilangkan dari dalam hati saya.
Sesungguhnya, sekarang saya bingung. Saya betul-betul tidak tahu harus apa. Karena di detik saya menulis ini, saya justru merindukanmu. Bahkan setiap hari, setiap kita semakin dekat, rindu itu pun tumbuh kian hebat.
Di titik ini, saya mulai berharap saya tidak akan menyakiti siapa pun. Saya tidak ingin jika suatu hari saya menyakiti hatimu, atau menyakiti hati saya sendiri. Saya sudah terlalu bosan patah hati, dan jika kamu ingat, saya pernah bilang kalau saya tidak tahu hati saya ada di mana. Sebetulnya itu adalah sebuah kejujuran. Karena sudah lama saya menanggalkan hati saya di tempat yang tak ingin saya jamah, semata-mata karena saya sudah terlalu lelah untuk menggunakan hati. Karena, saya takut kembali merasakan patah oleh sebab jatuh yang tak pernah saya kira--seringnya saya mengutuk diri sendiri mengapa tidak pernah bisa menjaga hati dengan baik.
Jujur saja sekarang saya hanya menikmati semua yang berjalan apa adanya. Saya tidak akan memaksakan sesuatu terjadi di antara kita, dan saya juga tidak akan memberikanmu harapan apa-apa. Ketahuilah bahwa harapan adalah hal yang selalu saya hindari.. (meski ternyata saya masih terlalu banyak berharap). Tapi yang jelas, jika kamu tidak menikmati ini semua, saya harap kita bisa selesai dengan cara yang tidak menyakitkan. Sebelum kita memulai sesuatu dengan akhir yang tidak memiliki tuju. Saya terlalu takut ada hati yang akan sakit di sini. Terlalu banyak hal yang tidak kamu tahu, yang menjadi alasan saya meragu untuk maju. Bahkan saya yakin kamu juga tahu hal-hal apa yang sekiranya menghalangi kita untuk saling menyatu. Jarak, tentu salah satunya.
Saya ingin kamu tidak mengharapkan apa-apa dari hati saya yang sudah rusak ini. Karena, saya sungguh tidak bisa memberikanmu lebih dari sekadar kata-kata. Anggaplah kata-kata itu satu-satunya kebebasan yang bisa saya berikan kepadamu. Anggaplah kata-kata itu sebagai angin lalu yang membuatmu merasa teduh di hari-hari yang terik. Tetapi jangan kamu simpan kata-kata itu di dalam hatimu, atau saya takut suatu hari kita dipermainkan kata-kata itu sendiri. Saya tidak ingin ada harapan berlebihan di luar akal sehat yang sewaktu-waktu bisa saja menyakiti kita berdua. Kamu tentu paling tahu, disakiti harapan adalah perih yang abadi.
Setelah ini semua, jujur saya tetap tidak mengerti maksud Tuhan dalam hal ini. Mengapa Ia membuat kita saling melengkapi kalimat masing-masing. Saya tidak mengerti, dan sesungguhnya saya tidak berharap untuk mengerti...
Karena saya tidak ingin berpikir terlalu jauh; tidak ingin menggunakan rasa terlalu lugu.
Kita ini sepasang dewasa yang sangat tahu bagaimana perasaan bekerja. Setelah sejumlah patah hati yang pernah kita rasakan, tentu kita tahu bahwa hati menjadi rapuh jika harus berhadapan dengan harapan yang pupus sebelum sempat diwujudkan. Dan saya tidak ingin kita kembali merasakan hal yang terlalu jauh seperti itu :)
Cukuplah dengan saling membahagiakan ketika itu masih bisa kita lakukan. Namun saya juga ingin kamu menggambar batas di antara kita, agar saya tidak perlu jatuh lebih dalam dari ini. Karena saya tidak ingin, dan saya tidak tahu bagaimana caranya berhenti. Saya harap, kamu mau membantu saya menegaskan sesuatu. Kalau bisa, kebahagiaan ini hanya akan menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang, namun bukan untuk diperjuangkan. Karena sungguh, saya memahami situasi ini..
Ini adalah situasi paling bahaya antara dua hati yang tak bisa saling memiliki.