Tuhan, ternyata kami justru semakin tenggelam di lautan perasaan. Berenang-renang dan menikmati teduh cuaca di dalamnya. Seperti musim yang cerah dan menghapus hujan panjang yang pernah jatuh di dalam dada kami masing-masing, cinta datang dengan berani menembus segala batas, waktu, jarak, dan ruang. Memberikan alasan untuk sekali lagi tersenyum dan merasa nyaman dengan keadaan, melupakan seluruh luka yang pernah terjadi di masa lalu. Seakan-akan kami tidak pernah merasakan hal lain selain kebahagiaan yang menaungi kami di hari ini.
Mengapa Kau memberi jalan seperti ini?
Saya sekali lagi tidak mampu memahami semua yang telah terjadi. Begitu lancarnya, begitu hebatnya, namun dengan cara paling sederhana, cinta tumbuh kembali di dalam hati yang begitu erat kupeluk sendiri. Rasanya, lengan-lengan saya seperti terbuka begitu saja menyambut namanya, Tuhan. Mengapa? Bila memang Kau mengizinkanku untuk merasakan cinta seperti ini, maka biarkanlah saya terus berharap sambil tetap membawaMu di setiap rencana. Saya hanya ingin, ini menjadi sesuatu yang tepat dan baik untuk diperjuangkan di masa depan.
Perasaan telah terlalu larut menyatu dari dua hati yang berbeda. Kami kepalang basah namun telanjur menikmati segalanya. Seperti sebuah berkah, cinta menghadiahkan senyuman-senyuman di sepasang bibir kami, dan selalu berhasil mengingatkan kami untuk selalu bersyukur karenanya. Sebab ini begitu indah. Sangat indah sampai-sampai segala yang tak masuk akal pun kami anggap sebagai sesuatu yang biasa. Bila kali ini cinta jatuh di waktu yang salah, setidaknya bagi kami cinta telah jatuh tepat di tempat terbaik. Ia di hatiku, saya di hatinya.
Tuhan, perasaan ini terlalu meluap-luap sekarang. Dan saya tidak tahu lagi bagaimana harus menggambarkannya, atau bagaimana saya harus merangkai doa di hadapanMu, kecuali,
ya Tuhan,
berilah kami kesempatan..