Wednesday, October 10, 2018

Mumbling

betapa saya ingin menyelamatkanmu
dari luka yang tidak seharusnya.
luka masa lalu; luka-luka yang
mereka tinggalkan tidak pada tempatnya.
kala kau bersedih dan mengutuk dunia,
berlindung pada naung puisi
mencela setiap indah yang dulu
pernah ada, yang kini adalah kenangan,
kisah yang dengan sepenuh upaya
kauperjuangkan tanpa mengeluh
tak peduli telah seberapa jauh mereka
mengabaikanmu ketika kau tengah merakit
cinta, doa, usaha, waktu, rindu; segalanya
kausebut-sebut dan kaupegang di dalam
hati namun ternyata hanya dirimulah
yang paling berkorban dari semuanya.
perasaanmu dikacaukan tanpa
pertanggungjawaban dari mereka yang
telah mengacaukan. kerjamu menahan sakit
dan mengutuk langit sebab mereka
telah menjadi alasanmu mengakhiri
sebuah perasaan yang sempat kauagungkan.
tapi sungguh, ketahuilah, di balik seluruh yang telah
terlewatkan itu, suatu hari kau akan menemukanku
di kejauhan sebagai harapan yang kembali
meniupkan napas di resah asmaramu,
dan sebagai awan yang tidak akan menghilang 
barang sedetik pun ketika angin tengah menerjang.