dadaku rasanya ingin membuncah. pelukanmu terbayang begitu lekat di tubuhku. aku merasa tidak lagi ada jarak yang memautkan kita jauh-jauh. membayangkanmu, aku merasa utuh. selengkung senyuman tak terasa telah menghangat di ujung-ujung bibirku. tahukah kau mengapa? sebab kuingat senyumanmu yang begitu indahnya. aku terpikat. jika saja aku terjerat, maka aku ingin selalu terikat. mencintaimu, aku ingin menjadi segala yang sungguh dekat.
aku membayangkan menjadi kasur tempat kau membaringkan lelah. aku ingin memelukmu sampai tak lagi ada resah yang singgah. bagilah semua letihmu di tubuhku yang rela. lengan-lenganku akan selalu ada untukmu ketika kau mau. jangan pernah ragu, sebab aku mencintaimu seperti itu. ketahuilah, tak ada yang lebih hangat bagiku selain menaruh rengkuhku lekat-lekat di seluruh tubuhmu.
rasanya tidak ingin meragu tentang waktu. aku berdoa, jika suatu hari kita berbagi sua, kuharap ketika itulah saat yang paling tepat untuk membahasakan kerinduan. penantian lama dan mimpi-mimpi yang fana, akan terwujud dalam sekejap di suatu waktu yang telah kau dan aku harapkan. percayakah kau akan takdir? sebelum pertemuan, perkenalan denganmu adalah takdir terindah yang pernah kualami. maka aku pun akan dengan senang hati menunggu sampai kita tiba di masa yang memberikan kesempatan bagi sebuah pertemuan. aku yakin tak akan lama, jika kita menunggu dengan tabah dan berdoa.
maka kekasih,
jika aku tiba di saat senyumanmu begitu nyata kulihat,
maukah kau menjadi pelukan yang selama ini kubayangkan?
