Thursday, April 19, 2012

FREEDOM.

long time no post. sorry.
happy 2012! hope life won't end this year haha.
and happy seventeen, me ;p

yep. I am now seventeen. its kinda sweet, and unyu. lol -_-

hm............... today was the last day of National Exam. guess what?
ALHAMDULILLAH ITS END. NO MORE SCHOOL....

tinggal tunggu graduasi aja deh trus fix udah bukan anak putih abu abu lagi.
gembira dan sedih jadi satu.
tapi gue malah gak sabar buat kuliah dan nyicip budaya baru. yep. gue mau banget kuliah di jerman :( semoga ada jalan ya buat ke sana.. soalnya pada nyuruh gue di UI.. dikira gampang apa masuk UI -_- dan lagian gua ga minat buat di UI :(

heheheeheheh
I almost forgot, how the freedom taste..
sudah 12 tahun lebih jd anak berseragam..
hehe.

lets say it loud!
FREEEEEEDOOOOMMMM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Ivanasha Adani Prasetianti

Tuesday, September 13, 2011

Ngelantur Tengah Malam

Yak.. Disinilah gue.
Menulis blog. Gajelas abis sumpah. Abis gatau mau ngapain.. Udah setengah satu tapi masih belom bisa tidur.. Padahal kan besok sekolah. Ckck!
Asma gua kambuh tiap malem. Jadi susah tidur. Padahal tadi udah pake inhaler.. Yaampun. Kambuh gini tuh betein banget taugak. Ga bisa napas.... Sesek. Padahal ngantuk mau tidur.
Trus.... Bawaannya galau.
Huehuahuehuahehehehe...

So, what r y doin in the middle of the night? Crying? ;)


Salam lantur,
Ivanasha Adani Prasetianti

posted from Bloggeroid

Monday, September 12, 2011

Puisi Tempatku Menepi

Tiada hujan yang menyenangkan
Bila itu tanpamu dan angan
Lagi dan lagi sajak berterbangan
Diantara hujan saat aku kesepian

Tiada bintang yang bersinar
Bila itu tanpamu dan setitik pijar
Lagi dan lagi sajak bergetar
Dalam rengkuhan bintang yang berpijar

Puisi tempat aku bersembunyi
Menempatkan isi hati
Diantara luka-luka sunyi
Sambil mengumpat diri sendiri

Karena tanganku hidup setelah rindu genggam
Mengalirkan cinta pun duri yang tajam
Namun ku nikmati cinta walau rindu merajam
Dan kembali aku lari pada puisi yang kelam

Kisah tidak selalu iya dan iya
Kadang aku tidak, disaat kamu tetap iya
Meski cinta masih bergerilya
Tetaplah puisi temanku menumpah luka yang kaya

Telah lelah aku tuliskan resah
Sajakku selalu menuntut nyawa dari gelisah
Meminta cinta selalu tampil gagah
Padahal tiada kata ketika aku benar-benar menyerah

Baitku tlah sampai pada akhir
Isi hati tlah tumpah seperti ini berakhir
Padahal kita masih sanggup trus mengukir
Segala cinta, pada takdir.

Ivanasha,
12sept11

posted from Bloggeroid