Thursday, October 17, 2013

Regen

mungkin langit kita telah berbeda, birunya tak lagi sama. apalagi hujan? basahnya tak bersamaan menyentuh wajah kita. aku pun tak tau bagaimana caramu menikmati hujan di situ. dengan secangkir kopi dan sebatang rokok mungkin, itu bayanganku. aku rindu melihatmu di bawah hujan, sebab itu kenangan terakhirku bersamamu. dalam matamu yang terpejam itu, di dalam ruang sempit, tidur sejenak, kala itu sedang hujan, dan aku di sampingmu. itulah potret terakhir yang aku kenang sampai saat ini. bisakah aku sekali lagi, atau mungkin berkali-kali, menikmati hujan yang lain bersamamu? dan melihatmu tertidur sebentar untuk menghilangkah letihmu seharian. dan saat kau membuka mata, ada aku di depanmu, dengan hujan yang belum selesai. seperti saat itu.

kemudian hujan itu berpindah ke dalam kelopak mataku, bersamaan dengan memori yang membaca kembali bagian-bagian bersamamu. kemudian hujan itu memandikan tubuhku, dengan deras rindu yang tak pernah sampai kepadamu. kemudian hujan tak mau lagi mendengar ceritaku di sini, sebab dinginnya tak mampu membuatku berhenti. kemudian hujan lari pergi dan tak mau kembali, lebih memilih memelukmu sendiri. dan hujan bahagia berada di dekatmu, menemanimu yang tak lagi bersamaku. hujan mengadu padamu, aku yang jauh di sini, belum bisa berhenti mencintaimu. hujan mengadu padamu bahwa aku terlalu menikmati basah dari kenangan masa lalu bersamamu. aku harap hujan tak membiarkanmu basah seperti aku yang terlanjur kuyup kedinginan karenanya. dan aku akan tetap mencintai hujan, sebab hujan adalah bagian dari kisah kita.

Ivanasha Adani Prasetianti


Thursday, October 3, 2013

Dumm.

Bodoh,
aku kekasihmu di sini bersedia mencintaimu sekarang dan di masa depan nanti..
aku kekasihmu di sini ialah yang mencintaimu sebagaimanapun kamu di masa lalu maupun di masa sekarang..
aku kekasihmu di sini yang tidak menciummu setiap hari, namun memimpikanmu sepanjang malam..
aku kekasihmu yang bersedia menjadi pelengkap hatimu..
aku kekasihmu..

seorang yang tanpa kamu sadari selalu mencintaimu sampai ujung hati
seorang yang tanpa kamu sadari berada di dalam rasa rindumu..

Bodoh,
malam itu kamu berkata untuk bersedia menunggu
sempat pula kamu berjanji untuk menjalin denganku seiring dengan berjalannya waktu
sempat pula kamu menyatakan perasaanmu yang sedalam-dalamnya,
aku tau, Bodoh, tidak semudah itu kamu mengucapkan hal seperti yang kamu ucapkan ke aku..

dan melalui tulisan sederhana ini, aku menjanjikanmu juga..
janji yang baru kali ini aku tulis seutuhnya
janji yang sebelumnya aku ucapkan, di depanmu yang pura-pura tak mendengar.

aku janji, Bodoh.
waktu terus berjalan, dunia akan terus berputar
namun aku, terus, dan akan selalu,
menerimamu.

mencintaimu, sebagaimanapun kamu..



Saturday, August 24, 2013

Unsere Liebe.

kita punya segala waktu dalam genggaman, dan semua telah kita lewati dengan penuh kesabaran. sebagaimana naik dan turun kehidupan, mengelabui perasaan. begitulah keadaan di antara kita berdua, begitulah perasaan yang terjadi di dalam hati kita berdua.. segala yang telah kita selami selama ini, selama tahun-tahun yang kita lalui dengan kalimat yang masih mangandung makna sayang.. di situlah dimana hati kita masih bergenggaman satu sama lain..
kita namai ini cinta.

namun mencintaimu itu tidak mudah. aku sendirian hanya mengenalmu sebelah wajah. kamu kadang tidak membiarkan aku mengenalmu lebih dalam lagi. saat kamu sudah menelanjangi kepribadianku. kamu mengenal aku sebagaimana aku yang selalu berlaku jujur apa adanya ke kamu.. sehingga aku merasa kadang cinta menahun yang kita punya seperti hanyalah sedetik angin lalu, seperti begitulah cinta berlalu. aku tau itu bukan berarti telah usai. hanya saja, mencintaimu benar-benar tidak mudah. dan aku sudah tau itu dari awal. dan aku terima untuk menjalani seperti itu. aku hanya ingin sekali kamu terima.. aku ingin sekali saja kamu sadar aku di sini bukan hanya untuk mencintaimu, melainkan aku juga ingin mengenal sebelah wajahmu lagi yang selama ini tidak pernah kamu buka di depanku.. yang selama ini sangat rapih kamu simpan.. yang menurutku sudah terlalu lama kamu rahasiakan..

nanti, ketika kita bertemu kembali. tolong.. kecup aku dengan seutuhnya wajahmu.. dengan jiwa kamu yang utuh, dan kepribadian kamu yang tidak mengada-ngada.. sebenarnya apa aku di matamu? jangan lihat aku dengan sebelah matamu.. jangan tutup matamu yang lain dari aku.. aku ingin mengenal matamu itu, aku ingin melihat matamu itu.. aku ingin menikmati wajahmu secara utuh, aku ingin mencintaimu dengan utuh.. aku ingin kamu sempurna utuh sebagaimana adanya diri kamu. jangan lagi kamu tutupi, jangan lagi kamu rahasiakan.. aku tau, bahkan tidak semua wanita bisa melihat wajahmu yang sebelah itu, seperti yang aku lihat. aku tau.. tapi aku juga ingin lebih. bukan maksud aku serakah, tapi apa salahnya? apa salahnya aku mengenal pribadi kamu yang selalu kamu sembunyikan itu.. apa salahnya aku mengenal rahasia yang tidak kamu bicarakan kepadaku? apa salahnya aku mengenal hitam dan putihmu...  tolong.. ketika kita bertemu lagi, kecup aku seutuhnya dengan cinta yang sempurna, dengan dirimu yang seluruh..

kamu tau, kan. apa yang telah kita punya adalah sepasang hati yang telah mencintai sejauh ini.. apa yang kita punya ialah waktu yang hanya terjadi di antara kita berdua.. apa yang kita punya ialah memori yang langka, yang tidak pernah kita pahat dengan orang lain selain kamu dan aku.. kamu tau itu, kan? dan aku harap, sebagaimana hati kita yang selalu berpelukan tanpa siapapun ketahui, kita masih bisa sampai seterusnya menjaga setia yang sempat orang lain ragukan.. setia yang sempat menjadi pertanyaan. aku harap, kita masih bisa saling berpelukan meski tubuh ini tidak saling bersentuhan.. meski mata kita tidak bisa saling bertatap. semoga cinta tetap selalu berteriak mesra di antara diam kita..

kenalkan aku dengan wajahmu yang lain, mungkin tidak sekarang, jika kamu belum siap. aku akan sabar menunggu.. dan ingat, bagaimanapun kamu, mungkin aku sudah pernah menebaknya, dan aku akan selalu terima itu. aku akan selalu mencintai dan menyayangi kamu melebihi sesiapapun yang mengaku mencintaimu melebih aku.

aku lah satu-satunya wanita yang mencintai kamu seutuhnya hati seorang wanita yang pernah Tuhan ciptakan..

Love,
IAP.