Sunday, October 26, 2014

Ich Bin Vielleicht Krank.

malam ini, aku menahan napas ratusan, atau bahkan ribuan kali. entah kenapa. seperti ada yang begitu menyesak. dan lalu aku menangis; menyadari aku sedang mengingatmu dengan terlalu. mungkin hari ini adalah hari yang pernah aku takutkan ketika itu, ketika malam terakhir aku melihat kamu. aku takut suatu hari aku akan menyesali malam itu dengan terlalu. aku takut aku akan menangisi penyesalan itu. 

dan memang benar hari ini, aku menyesal.

aku menyesal aku tidak memberanikan diri untuk memelukmu. aku menyesal dan amat menyesal. sehingga sekarang aku hanya bisa mengutuk diri karena membayangkan kapan aku bisa memelukmu. sementara ketika kamu di depanku, di hadapanku, dan begitu nyata bisa kusentuh, aku justru mengurungkan niat itu seakan aku masih bisa melihatmu besok atau di waktu yang dekat. 

ternyata aku benar benar menyesali kebodohanku malam itu. kenapa aku tidak memelukmu! 

sekali saja.
sekali saja.

aku ingin tahu bagaimana rasanya memelukmu. sebab aku ingin merindukanmu sambil menggambar pelukanmu di tubuhku. aku ingin tahu bagaimana hangatmu. aku ingin tahu. aku amat ingin tahu.

aku merindukanmu,
dan aku ingin sekali memelukmu
sekarang juga... 

Tuesday, April 1, 2014

Wenn

Sayang, dia cantik ya?
Iya.. 
Dia baik ya?
Iya..
Dia perhatian?
Iya..

Sayang.. 
Apa hatinya melebihi hatiku untukmu?

... 


Siapapun dia kelak, sayang..
Siapapun yang mungkin mengganti tempatku..
Mungkin dia lebih baik..
Lebih segalanya dariku yang serba tidak mampu menjadi sempurna..

Tapi satu aku percaya..
Dia tidak akan mampu mencintaimu seperti aku.. 

Sunday, March 2, 2014

Say Something (Before) I'm Giving Up On You

Say something, I'm giving up on you 
I'm sorry that I couldn't get to you
Anywhere I would've followed you 
Say something, I'm giving up on you  
And I will swallow my pride
You're the one that I love
And I'm saying goodbye

Ada beberapa hal yang kerap membuat aku ingin menyerah. Dan kemudian aku ingin tau apa yang akan kau lakukan. Menahanku dari kepergian, atau melepaskanku begitu saja tanpa mempertahankan. Ini bukan masalah perasaan yang hilang atau berkurang. Bukan. Bukan itu. Bukan pula sebenarnya aku membahas ini karena aku ingin benar-benar pergi. Bukan itu. Hanya saja, masalah yang kerap kita miliki, sempat membuat aku ingin pergi. Tapi tidak benar-benar pergi. Aku hanya ingin mengetahui, seberapa besar perasaanmu ketika aku memutuskan untuk pergi. Apa kau rela? Apa aku cukup berharga untuk kau pertahankan dalam hidupmu? 

Sebab bagiku, sayang.. Dirimu, hidupku.