Entah siapa saja yang tahu arti patah. Baik hati, ataupun mimpi. Kecewa, semuanya bisa ditanggung perasaan. Tapi setiap orang tetap tidak tahu sampai kapan mampu bertahan.
Di sini aku memberitahumu. Aku terbiasa sakit. Perasaanku terlalu sering patah. Tapi aku cuma bisa pasrah.
Di sini aku mau kamu tahu, aku sudah mencintaimu. Mencintaimu dengan segala patahku.
Aku masih belum tahu sampai kapan aku selemah ini; ketakutan akan kehilangan, ketakutan akan patah sekali lagi—atau berkali-kali.
Aku sekarang memberitahumu, aku sedang bertaruh dengan hatiku yang rusak ini. Aku ingin mencintaimu lebih dalam. Jauh lebih dalam dari yang pernah kamu bayangkan. Meski rusak, hatiku tetap ingin menyimpanmu begitu tamak.
Kamu, orang yang sedang aku cintai, harus tahu, betapa... aku takut kehilanganmu meski aku hapal dan tahu rasanya sakit akan kehilangan. Aku hanya tidak mau itu kamu, hal yang harus hilang dari aku. Sungguh, aku tidak mau.
Sekali lagi kamu harus tahu,
seberapapun rusak hatiku ini, aku tetap ingin mencintaimu tanpa berhenti.