Hari bahagia itu telah usai, dan ternyata aku lalui dengan senyum. Jujur, karenamu. Kue super lucu dan lilin dengan angka sembilan belas itu mengawali tengah malam perpindahan hari. Subhanallah.. Satu-satunya hal yang paling aku nanti, ternyata Tuhan kirim melaluimu. Tangisan-tangisan yang hanya aku adukan kepadamu, telah kamu hapus dengan kejutan sederhana. Padahal kamu jauh, ribuan kilometer jauhnya. Tapi kamu yang melukis hari ini dengan penuh warna..
Kalau ada permintaan yang instant, yang bisa terkabul detik ini juga, aku hanya ingin kamu.. Aku ingin bertemu dengan kamu. Berterimakasih secara langsung, memeluk, dan menciummu sedikit. Karena kebahagian yang telah kamu kasih sangat menyentuh hati! Entah bagaimana harus aku ungkapkan, betapa hati ini sangat menginginkan sosokmu. Betapa hati ini tlah kamu buat jatuh cinta. Betapa hati ini amat sangat berterimakasih..
Juga kepada-Nya, aku ingin bersyukur, alhamdulillah.. telah Ia kirimkan satu jiwa yang mencintaiku dengan sempurna. Mengirimkan aku bahagia dari ujung benua sana. alhamdulillah ya Rabb..
Kalimat terima kasih yang berada dalam hatiku, sungguh telah lumpuh jika aku ungkapkan dengan kata.. Aku tak tau bagaimana harus menuliskannya. Tapi aku berharap, kamu mengerti maksud dari tulisan sederhana ini, dan aku berharap cinta yang aku miliki, sampai dan hidup dalam dadamu. Aku ingin kamu paham, how much I love you, how much I'm feeling so grateful to know you in my life. One day after I knew you, I said that you were no longer stranger. And indeed, aku tidak mengambil langkah yang salah untuk mengenalmu dan mencintaimu sedalam ini.
Aku mencintaimu, sebab Tuhan.
Kamu adalah hadiah terindah dari-Nya di hari ini.
Dan insha Allah, di hari nanti..
:]