ada masa ketika aku memutuskan untuk lebih berhati-hati dalam menjatuhkan hati ini. ke kamu, ialah jatuh yang paling bahaya. maka aku mengatur langkah tanpa jengah, menuntun hatiku agar berbaik-baik saja tanpa jatuh terpleset ke dalam dirimu.
/2/
senyum itu lagi! seperti mati rasanya ketika menatapmu. aku kehilangan jeda. aku tak menemukan kata-kata. sudah berapa tumpuk kata kuucapkan tak bosan-bosan: betapa gula lengkung sepasang bibirmu, betapa gila palung perasaanku atas itu. aku tahu kau tak berniat. tapi sungguh, jangan goda aku dengan senyumanmu. atau aku akan jatuh sangat jatuh ke hatimu. bahaya!
/3/
boleh kaukatakan aku pecundang. seorang yang mudah menyerah. sebab di sinilah aku sekarang; mencintaimu begitu jatuh dan jauh, tak pula berniat menepi dan berhenti, dan akan kutulisi kau ratusan ribuan jutaan—entah berapa!—puisi. inilah aku yang mencintaimu dengan menantang bahaya: cinta, dengan segala hal yang membuatku gila.
/4/
sudikah kau, membalas cintaku?