Still every day I think about you
I know for a fact, it's not your problem
But if you change your mind, you'll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse
Aku begitu cemburu dengan orang-orang yang mudah melupakan. Rasanya aku ingin meminjam kepala mereka sementara untuk menggantikan kepalaku. Aku hanya tidak ingin mengingat beberapa hal dalam kepalaku. Sebab sebagian besar ialah mengingatmu. Mengingat ketika kita pernah menjadi sepasang yang berbagi sayang, sebelum sebuah perpisahan memutuskan segala apa yang pernah kita pertahankan. Seringkali pula aku mengingat bagaimana rasanya keberadaanmu di sampingku yang pernah sangat kusyukuri. Sayang sekali, kali ini aku hanya bisa mensyukuri kenyataan bahwa kamu masih bisa berbahagia. Tanpa aku.
Kamu mungkin tidak pernah tahu, betapa susahnya sebuah kepala melupakan semua yang pernah begitu jaya menuntunku bahagia; kenangan-kenangan tentang kita, semuanya. Kamu tahu kenapa aku ingin melupakan itu semua? Karena mengingatnya aku sakit. Mengingat kebahagiaan yang ingin sekali aku ulang sekali lagi tapi tidak bisa itu membuat dadaku sesak. Kenangan itu seringkali mencuri napasku di balik isak-isak yang bahkan tidak pernah kamu dengar. Aku hanya ingin sedikit saja merasa tenang sekarang. Melepaskan diriku dari apapun yang menyisakan kamu. Sebab kali ini, hal-hal tentangmu tidak lagi membawa seulas senyuman, melainkan semua datang sebatas pengharapan. Percuma. Karena kamu sekarang sudah bahagia. Tanpa aku.
Tapi satu hal yang pasti, aku akan selalu gagal melupakanmu.
Maka jika suatu saat--hanya jika suatu saat, kamu tanpa sadar mengingatku kembali, dan bahagiamu membutuhkan aku sekali lagi, aku akan selalu ada untukmu. Dengan atau tanpa rindu, aku akan tetap menjadikanmu yang pertama dalam tungguku. Berhasil atau tidak berhasil, aku akan tetap berdoa untuk kita kembali membicarakan sebuah rencana. Rencana bagi kita berbahagia, sekali lagi saja.
Sekali lagi saja..