Betapa tidak terasanya—seperti sekejap—kamu terjadi dan berlalu. Persis seperti ciuman pertama sepasang remaja; sekilas dan malu-malu, tetapi menempel di ingatan seperti mimpi indah yang menjadi kenyataan. Tidak dapat dipercaya.
Bahagia-bahagianya bersama kamu seperti khayalan. Semua berlalu begitu saja tanpa terasa, bahkan lebih sering tampak tidak nyata. "Kamu real kan?" pertanyaan seperti itu kerap aku lontarkan di dalam ingatanku, terkadang tanpa sengaja terucap di bibirku sambil meraba pipimu. Kemudian mencubitnya sedikit. ;)
Semuanya seperti sedang bermain; bersenang-senang. Tawa dan kemesraan tidak pernah bisa kuhitung telah berapa kali menghangatkan kita berdua. Sudah berapa musim yang menyaksikan itu semua? Kamu ingat?
Pertama, ketika hujan dan kembang api berdandan rapi di paras langit malam.
Kedua, ketika terik matahari memaksa kita menanggalkan jaket di negri kincir angin.
Ketiga, pada saat aku lebih sering memuisikan daun gugur ketika merindukanmu.
Dan keempat, ingatkah kamu? mesra-mesranya yang tidak akan bisa aku lupakan, ketika kita bermain perang salju!
Entah akan berapa musim lagi menyaksikan kita berbagi bahagia dan kemesraan. Aku selalu ingin membuat dunia ini cemburu, sebab tidak ada yang lebih mesra dari kamu dan aku.
Ah, Terima kasih Sayang!
Terima kasih sebab kita selalu mesra dan bahagia.
Semua terjadi karena kita pernah memperjuangkan cinta, maka semoga tetap atas nama cinta lah kita memperjuangkan semuanya!
amin...
happy fünf, äls.