ia menggonggong merah-merah di dalam kepala. berasap tak membiarkan tidur menjejak malam. membuat jantung berdegup keras dan cepat. dan menghitung napas juga tidak bisa memperlambat.
bodoh!
otak seperti bercabang hilang kendali! di suatu ujung ia mengajariku cara menikmati kenangan, sedang di ujungnya yang lain ia mati-matian berusaha lupa tentangmu sambil memarahi perasaan agar tidak tolol tolol amat!
sial!
kalau jatuh cinta begini brengseknya, seharusnya kubunuh saja di hari pertama! agar tak lahirlah anak cucu rindunya yang mengganggu itu. berteriak-teriak di sudut ruang gelap, ketika sesiapapun tidak ada. bermain-main dengan ingatan yang isinya lagi-lagi senyum itu. mata itu. atau perkataan-perkataanmu itu. semua. semuanya!
sedangkan tak juga kau menyadarinya.
stupid, kan?!