Berkali-kali saya
terpesona olehmu. Saya mengagumi setiap hal yang telah kaubuat; lagumu, tulisanmu,
foto-fotomu, rasanya tidak ada yang tidak menarik perhatian saya.
Dari awal pertama saya melihat semua karyamu, saya pun tidak bisa berbohong bahwa
saya menyukai semuanya. Saya jatuh cinta dengan karya-karyamu. Kalau kata
seorang temanku, orang-orang yang berbakat dalam banyak bidang sepertimu ini
terbilang cheating. Potensi yang kaupunya dalam dirimu telah melahirkan
karya-karya yang patut dinikmati. Dan tidak banyak orang di dunia ini yang bisa sepertimu.
Saya ingat, pertama kali
kau menyapa dan mengatakan niatmu untuk berkenalan dengan saya lewat pesan
pribadi di Instagram, saya pun langsung berkunjung ke profilmu. Di sana saya
menemukan foto-foto dan tulisan-tulisan yang bagus. Itu pun menjadi salah satu
alasan mengapa saya juga ingin berkenalan denganmu. Meskipun saya tidak
memahami fotografi dengan baik, tapi bagi saya foto-fotomu itu bagus. Saya amat menyukai caramu mengabadikan
langit. Selain itu, tulisan-tulisanmu
juga berhasil mencuri hati saya. Bagi saya, caramu menggunakan bahasa itu
sungguh memikat. Kau membagi pikiran-pikiranmu dan menulis hal-hal beraroma
romansa dengan baiknya. Entah cinta atau luka, keduanya bisa kautuliskan
dengan rangkaian kata yang manis. Saya pun tidak bisa berbohong, jika pada saat
itu, ketika pertama kali saya mencaritahu tentangmu, saya justru semakin
tenggelam di dalam kekaguman. Jangan tanya berapa kali kau sudah mencuri hati
saya dengan karyamu. Karena, saya tidak bisa menghitungnya.
Saya juga menyukai caramu
menggunakan Bahasa dalam percakapan sehari-hari. Dan saya pun terpesona ketika
saya mengetahui kau pandai dalam berbahasa asing. Jujur saja, bagi saya, seseorang
yang bisa menggunakan Bahasa dengan baik, tidak akan luput dari kekagumanku.
Apalagi jika orang itu bisa berbahasa asing. Pasti rasanya saya ingin selalu
mengajak orang itu berbicara. Semata karena kekaguman saya terhadap Bahasa,
saya pun mudah memberi perhatian lebih terhadap orang-orang yang pandai dalam
berbahasa. Dan dirimu, telah berhasil mencuri perhatian saya bahkan dalam
percakapan sehari-hari. Kau sopan, baik, manis, dan pemikiran-pemikiran yang
kauutarakan selalu membuat saya tertarik untuk terus berbicara denganmu.
Berbicara denganmu itu seperti
sedang membaca sebuah buku yang tidak ingin saya letakkan sebelum habis. Dan
kau adalah buku yang saya harap tidak akan pernah habis. Saya ingin membacamu
selamanya—bahkan jika kata selamanya itu adalah kebohongan yang dibuat oleh
manusia, saya tidak peduli. Saya hanya ingin terus menikmati seluruhmu, dan karena
kata-katamu itu mampu membuat saya selalu terpikat. Terlepas dari betapa saya
mencintaimu, dari awal sebelum cinta itu tumbuh pun saya sudah menyukai caramu berkata-kata.
Terlebih ketika saya tahu
kau senang menciptakan lagu, saya jadi semakin semangat untuk mencari tahu
tentangmu lebih dalam lagi. Lalu, saya pun terkagum-kagum setelah mengetahui
lagu-lagu utuh yang kaubuat itu seluruh prosesnya kaulakukan sendiri di kamarmu,
bermodal laptop dan gitarmu sendiri,
tanpa bantuan siapa pun. Jujur, ketika kauterangkan kepadaku tahap-tahap yang
kaulakukan dalam membuat lagu-lagumu itu, saya pun hanya bisa terpesona
sejadi-jadinya di dalam hati. Hebat! Itulah satu kata yang muncul di kepalaku.
Memang benar, kau telah cheating. Hahaha.
Selain itu, hal lain
tentangmu yang sampai sekarang masih membuat saya berdecak kagum adalah kau
bisa memainkan berbagai alat musik dengan andal. Ketika saya melihatmu
memainkan gitar, saya merasa kau menyatu dengan alunan bunyi yang kauciptakan. Kemampuanmu
itu memang di atas rata-rata. Dan ketika kau memainkan alat musik lainnya, saya
pun terpana. Ternyata di dunia ini saya bisa mengenal seseorang yang begitu berbakat sepertimu. Kau sangat bersungguh-sungguh melakukan hal-hal yang
kausukai. Dan—oh..!—percayalah, ketika
pertama kudengar suaramu bernyanyi, saya langsung jatuh cinta dengan bunyi lembutnya. Suaramu itu seperti teduh memeluk rongga-rongga hatiku. Membuat saya terpesona begitu
dalam. Sungguh, saya merasa beruntung mengenalmu—saya selalu merasa beruntung setiap kali bisa berkenalan dengan
orang-orang yang memiliki banyak bakat.
Saya harap, suatu hari
kita bisa berkarya bersama. Duduk bersebelahan dan menikmati proses dalam
menciptakan sesuatu sambil sesekali saya tatap matamu. Kau hanya perlu tahu, saya
begitu mengagumimu. Saya ingin kau terus berkarya dan melakukan hal-hal yang
kausukai. Saya tahu, salah satu kebahagiaanmu adalah ketika kau berkarya. Dan
untuk kebahagiaanmulah saya selalu berdoa tanpa jeda. Semoga saja, suatu hari
kita bisa mewujudkan kebahagiaan itu berdua.