Friday, November 2, 2018

Karya

Berkali-kali saya terpesona olehmu. Saya mengagumi setiap hal yang telah kaubuat; lagumu, tulisanmu, foto-fotomu, rasanya tidak ada yang tidak menarik perhatian saya. Dari awal pertama saya melihat semua karyamu, saya pun tidak bisa berbohong bahwa saya menyukai semuanya. Saya jatuh cinta dengan karya-karyamu. Kalau kata seorang temanku, orang-orang yang berbakat dalam banyak bidang sepertimu ini terbilang cheating. Potensi yang kaupunya dalam dirimu telah melahirkan karya-karya yang patut dinikmati. Dan tidak banyak orang di dunia ini yang bisa sepertimu.

Saya ingat, pertama kali kau menyapa dan mengatakan niatmu untuk berkenalan dengan saya lewat pesan pribadi di Instagram, saya pun langsung berkunjung ke profilmu. Di sana saya menemukan foto-foto dan tulisan-tulisan yang bagus. Itu pun menjadi salah satu alasan mengapa saya juga ingin berkenalan denganmu. Meskipun saya tidak memahami fotografi dengan baik, tapi bagi saya foto-fotomu itu bagus. Saya amat menyukai caramu mengabadikan langit. Selain itu, tulisan-tulisanmu juga berhasil mencuri hati saya. Bagi saya, caramu menggunakan bahasa itu sungguh memikat. Kau membagi pikiran-pikiranmu dan menulis hal-hal beraroma romansa dengan baiknya. Entah cinta atau luka, keduanya bisa kautuliskan dengan rangkaian kata yang manis. Saya pun tidak bisa berbohong, jika pada saat itu, ketika pertama kali saya mencaritahu tentangmu, saya justru semakin tenggelam di dalam kekaguman. Jangan tanya berapa kali kau sudah mencuri hati saya dengan karyamu. Karena, saya tidak bisa menghitungnya.

Saya juga menyukai caramu menggunakan Bahasa dalam percakapan sehari-hari. Dan saya pun terpesona ketika saya mengetahui kau pandai dalam berbahasa asing. Jujur saja, bagi saya, seseorang yang bisa menggunakan Bahasa dengan baik, tidak akan luput dari kekagumanku. Apalagi jika orang itu bisa berbahasa asing. Pasti rasanya saya ingin selalu mengajak orang itu berbicara. Semata karena kekaguman saya terhadap Bahasa, saya pun mudah memberi perhatian lebih terhadap orang-orang yang pandai dalam berbahasa. Dan dirimu, telah berhasil mencuri perhatian saya bahkan dalam percakapan sehari-hari. Kau sopan, baik, manis, dan pemikiran-pemikiran yang kauutarakan selalu membuat saya tertarik untuk terus berbicara denganmu.

Berbicara denganmu itu seperti sedang membaca sebuah buku yang tidak ingin saya letakkan sebelum habis. Dan kau adalah buku yang saya harap tidak akan pernah habis. Saya ingin membacamu selamanya—bahkan jika kata selamanya itu adalah kebohongan yang dibuat oleh manusia, saya tidak peduli. Saya hanya ingin terus menikmati seluruhmu, dan karena kata-katamu itu mampu membuat saya selalu terpikat. Terlepas dari betapa saya mencintaimu, dari awal sebelum cinta itu tumbuh pun saya sudah menyukai caramu berkata-kata.

Terlebih ketika saya tahu kau senang menciptakan lagu, saya jadi semakin semangat untuk mencari tahu tentangmu lebih dalam lagi. Lalu, saya pun terkagum-kagum setelah mengetahui lagu-lagu utuh yang kaubuat itu seluruh prosesnya kaulakukan sendiri di kamarmu, bermodal laptop dan gitarmu sendiri, tanpa bantuan siapa pun. Jujur, ketika kauterangkan kepadaku tahap-tahap yang kaulakukan dalam membuat lagu-lagumu itu, saya pun hanya bisa terpesona sejadi-jadinya di dalam hati. Hebat! Itulah satu kata yang muncul di kepalaku. Memang benar, kau telah cheating. Hahaha.

Selain itu, hal lain tentangmu yang sampai sekarang masih membuat saya berdecak kagum adalah kau bisa memainkan berbagai alat musik dengan andal. Ketika saya melihatmu memainkan gitar, saya merasa kau menyatu dengan alunan bunyi yang kauciptakan. Kemampuanmu itu memang di atas rata-rata. Dan ketika kau memainkan alat musik lainnya, saya pun terpana. Ternyata di dunia ini saya bisa mengenal seseorang yang begitu berbakat sepertimu. Kau sangat bersungguh-sungguh melakukan hal-hal yang kausukai. Dan—oh..!—percayalah, ketika pertama kudengar suaramu bernyanyi, saya langsung jatuh cinta dengan bunyi lembutnya. Suaramu itu seperti teduh memeluk rongga-rongga hatiku. Membuat saya terpesona begitu dalam. Sungguh, saya merasa beruntung mengenalmu—saya selalu merasa beruntung setiap kali bisa berkenalan dengan orang-orang yang memiliki banyak bakat.

Saya harap, suatu hari kita bisa berkarya bersama. Duduk bersebelahan dan menikmati proses dalam menciptakan sesuatu sambil sesekali saya tatap matamu. Kau hanya perlu tahu, saya begitu mengagumimu. Saya ingin kau terus berkarya dan melakukan hal-hal yang kausukai. Saya tahu, salah satu kebahagiaanmu adalah ketika kau berkarya. Dan untuk kebahagiaanmulah saya selalu berdoa tanpa jeda. Semoga saja, suatu hari kita bisa mewujudkan kebahagiaan itu berdua.