Friday, December 25, 2015

Weitergehen

Aku percaya, sebelum ini semua, kita pernah menggunakan hati kita masing-masing untuk mencintai orang lain dengan begitu hebatnya. Aku tidak mau menyangkal, aku tahu aku pernah, dan kupercaya kamu juga pernah. 

Tapi ada hal lain yang harus masuk dalam kepercayaan itu, Aku ingin menyadari kalau kini, di waktu yang sedang berjalan, kita sedang saling memiliki. Kuharap juga saling mencintai dengan sekuat-kuatnya sepasang hati.  Sebab aku sudah berjalan ke depan dan berlalu. Sekarang, aku memiliki waktu bersamamu dan kuserahkan hati yang ada padaku, hanya untuk kamu seorang. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu juga berlalu, dan siap berjalan hanya denganku. 

Aku tidak pernah memiliki pikiran bahwa bisa kumiliki hatimu when you said so, sebab jauh lebih dalam dari itu semua, aku meminta hatimu kepada Yang Maha Memilikmu. Dengan itu, aku ingin dicintaimu seorang. 

Ya, mungkin aku begitu egois mencintaimu, tapi inilah apa adanya cintaku. Hati aku sangat ingin dicintai kembali olehmu, dan hanya hatikulah yang kamu cintai. 
Bolehkah seperti itu, kekasih? 


aku ingin berjalan 
di mana masa lalu hanyalah angin
yang embus dan dingin di tengkuk
leher kita masing-masing
untuk kemudian menghadiahkan sebuah peluk;
saling menghangatkan,
saling menguatkan.
dengan mengatakan, kau kepadaku,
aku kepadamu.
cinta.

Sunday, October 25, 2015

I Need Your Company.

you know what scares me most? 
being in my own room at night, got nobody to talk to, and watching korean dramas. 
you know why? 

because somehow, it feels lonely. 


Sunday, October 11, 2015

Hast Du Angst?

jika aku bisa memuntahkanmu dengan kata-kata yang bengkak di dalam kepalaku,
aku ingin banyak bertanya.
banyak sekali.

mengenai hal-hal yang selama ini aku sembunyikan dan tidak aku katakan kepadamu;

pertanyaan pertama,
apakah kamu memikirkan aku seperti aku memikirkan kamu?
jika pertanyaan ini tidak bisa kamu jawab, maka aku akan dengan berat hati menyimpulkan kamu tidak melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan selama ini. kalau begitu aku bisa mengaku bahwa aku lelah telah jauh memikirkanmu setiap hari sementara kamu tidak pernah memikirkanku. atau mungkin kita tidak saling memikirkan dengan takaran yang sama. aku memikirkanmu tanpa jeda, sementara kamu memikirkan aku seperlunya saja.

pertanyaan kedua,
pernahkah kamu memikirkan bagamana rasanya kehilangan aku?
jika pertanyaan ini lagi-lagi tidak bisa kamu jawab, maka dengan berat hati aku menyimpulkan bahwa kamu masih belum terlalu mencintai aku sebanyak aku yang mencintai kamu. seperti yang aku tahu, kemungkinan besarnya cinta seseorang dapat diukur dengan seberapa besar kita memikirkan kemungkinan kehilangannya. sementara jika kau tidak pernah memikirkan kehilangan aku, mungkin kamu hanya tidak cukup mencintai aku.

sampai sejauh ini, biarkan aku menulis hanya sampai dua pertanyaan ini saja, aku tidak bisa melanjutkannya lagi. hatiku terlalu berat untuk menulis. hatiku kacau.

memikirkan kemungkinan kau tak mencintaiku sebanyak aku mencintaimu.
aku mulai takut
kehilangan
hatiku sendiri.