Monday, January 26, 2015

Liburan Awal Tahun (Bremen)

hai! tulisan saya kali ini akan melanjutkan cerita liburan saya dari tulisan yang sebelumnya ( Liburan Akhir Tahun (Düsseldorf) ). saya tahu, lagi-lagi saya menulisnya terlambat. bahkan bulan Januari sudah hampir selesai, dan saya baru melanjutkan menulis. hehehe. akhir-akhir ini saya diserang kemalasan yang berlebihan dalam menulis. entahlah, mungkin suasana hati sedang terlalu bahagia. ya, kamu tahu, mitosnya, seseorang akan lebih produktif ketika patah hati. well, itu dia, saya sedang tidak cukup patah hati untuk rajin-rajin menulis. 

langsung saja ke cerita, ya! 

29 Desember 2014, saya dan teman-teman saya yang masih tersisa di Düsseldorf memutuskan untuk pergi ke Bremen. alasannya sebenarnya sepele: kami terlalu bosan di Düsseldorf, dan tidak tahu harus pergi ke mana untuk menikmati pergantian tahun nanti. akhirnya Akbar, teman kami yang tinggal di Bremen, mengundang kami untuk main saja ke rumahnya. maka tanpa panjang lebar, kami memesan tiket di tanggal 27 Desember, untuk berangkat ke Bremen pada tanggal 29 Desember. 

lucunya, si Naufal yang tadinya sudah pulang ke negaranya, justru kembali lagi ke Düsseldorf pada tanggal 27 Desember untuk ikut kami berangkat bersama-sama ke Bremen. padahal dia baru pulang satu hari ke Belanda, tapi sudah harus kembali lagi ke Jerman hanya dalam waktu satu hari. hahaha! 

sesampainya di Bremen, kami dijemput oleh Dika. padahal tadinya Dika juga sudah kembali ke kotanya, tapi kemudian dia ke Bremen lagi demi ikut dengan kami. di titik ini, kami sempat heran; untuk apa kemarin-kemarin kami menyampaikan salam perpisahan-semoga-kita-bisa-ketemu-lagi-nanti kalau pada akhirnya kami akan berkumpul lagi dalam waktu dekat. hahaha. jadi, sebenarnya acara ke Bremen ini benar-benar di luar rencana. tapi justru acara yang di luar rencana ini, kami dapat berkumpul lengkap lagi setelah perpisahan yang ternyata hanya basa-basi itu. 

ini adalah foto stasiun kereta di Bremen. sebenarnya, kami pergi ke Bremen dengan bis, tapi stasiun bisnya juga terletak di stasiun kereta kota Bremen. bangunan yang indah, bukan?


sesampainya di rumah Akbar, kami berkenalan dengan beberapa teman Akbar yang juga sedang singgah di rumahnya. setelah perkenalan yang basa-basi, kami berkumpul di dapur dan berbincang-bincang sambil menunggu Ilham dan Akbar, sang koki, selesai masak. ya, kami lapar, dan kami bersyukur Ilham dan Akbar sedang menyiapkan makanan. hahaha! 

sembari menunggu, saya, Caesa, Astrid, dan Dika, menyempatkan berfoto sebentar demi mengabadikan muka bahagia kami di hari pertama sesampainya di Bremen. si Akbar pun ikut tidak sengaja masuk ke dalam foto.  

esok harinya, kami semua memutuskan untuk berjalan-jalan ke Ochtum. Ochtum adalah salah satu pusat perbelanjaan di kota Bremen. di sana, toko-toko dengan merk ternama menjual barang-barangnya dengan harga miring. mereka menyediakan sale besar-besaran. dan saya saat itu membeli iphone case keluaran Fossil hanya dengan harga 4 euro! padahal harga aslinya mencapai 25 euro. well, i guess that was just my lucky day! yippie! 

kami, full team, akhirnya berkumpul lagi di kota Bremen! 


ini sewaktu kami mampir di toko Esprit, dan tidak tahan melihat kaca besar. hahaha.

pada tanggal 30 Desember 2014, saya dan teman-teman saya kembali menjelajahi kota Bremen. Akbar mengajak kami makan di sebuah restoran Afrika yang memiliki menu makanan dengan rasa yang mirip dengan makanan Indonesia. sayang sekali, saya tidak memiliki foto ketika kami di sana. waktu itu, ada yang memesan menu ayam yang rasanya sama seperti ayam goreng khas Indonesia. sementara saya memesan menu kari daging yang rasanya hampir sama seperti rendang. saya tidak menyangka kalau ternyata makanan khas Afrika bisa memiliki rasa yang hampir sama seperti makanan Indonesia. pula sambalnya yang ternyata sangat pedas, mirip seperti sambal ulek di Indonesia. terlebih lagi karena di Jerman, saya jarang menemukan restoran yang menyediakan sambal pedas. biasanya, orang-orang di sini lebih menyukai saus tomat dibanding saus cabai. 

setelah dari restoran Afrika tersebut, Akbar mengajak kami ke sebuah tempat di pusat kota Bremen. di sana, kami berkeliling melihat-lihat suasana khas Eropa yang sungguh cantik. kami mengunjungi Schnoor. Schnoor adalah sebuah gang kecil yang di dalamnya terdapat beberapa toko dan restoran yang sangat unik. sayang sekali, saya tidak mengambil banyak foto di Schnoor. 

sekiranya, beginilah pemandangan di Schnoor. 
(source: Google)

salah satu toko di Schnoor menjual plat-plat besi dengan tulisan yang menarik. 

ini adalah sebuah lubang di mana katanya jika kita memasukkan koin ke sana, akan terdengar suara-suara seperti mengaum. tapi sayang sekali, saya dan teman-teman sempat mencoba dengan beberapa koin, hanya saja tidak ada suara sama sekali. kami gemas, akhirnya kami membuat-buat suara sendiri saja dengan ikut mengaum seperti serigala. hahahahaha. bodoh, tapi menyenangkan. 

ini adalah patung figur khas kota Bremen; Pemusik Kota Bremen. 

smileeeeee :) 
(photo from: Vanissa Khairani)



esoknya, 31 Desember 2014, kami berencana untuk ikut acara PPI Bremen. di acara tersebut, PPI Bremen mengadakan BBQ dan kumpul-kumpul sesama orang Indonesia yang tinggal di kota Bremen. awalnya, saya dan beberapa teman sempat ragu untuk datang ke sana, sebab kami tidak mengenal dengan  yang lainnya. tapi akhirnya, setelah Akbar dan anak Bremen lainnya membujuk kita, akhirnya kami mau saja. dengan rencana setelah dari acara tersebut, kami akan pergi ke suatu tempat untuk menikmati kembang api pergantian tahun. 

sambil menunggu makanan dihidangkan, kami membuat lingkaran dan bermain ABC 5 Dasar. dan dari lingkaran yang tadinya hanya kelompok kami saja, akhirnya menjadi lingkaran yang cukup besar sebab anak-anak PPI Bremen lainnya ikutan bermain dengan kami. kami pun jadi cukup akrab! senangnya! :D
(photo from: Vanissa Khairani)


dan inilah menu makan malam kami kala itu. lengkap dengan sambal ulek rasa Indonesia.
(photo from: Vanissa Khairani)

setelah acara makan-makan itu, kami sempat mendengarkan ceramah; pada dasarnya, acara ini memang diadakan oleh perkumpulan pengajian di Bremen. dan pada pukul 23.15 acara sudah resmi selesai, dan kami segera berangkat untuk ke sebuah jembatan (saya lupa nama jembatannya apa). di sana, kami menikmati pergantian tahun dengan suara-suara begitu kencang dari kembang api yang diluncurkan orang-orang. memang memekakan telinga, tapi sungguh pemandangan yang indah! terlebih lagi kebersamaan kami membuat saya merasa sangat bahagia pada saat itu. 

saya menikmati pergantian tahun baru di tengah jalan dekat dengan sebuah jembatan, dan di sana  banyak sekali orang-orang yang heboh bermain petasan.




saya akui, pada saat itu, warna langit sungguh indah. 
berubah-ubah dari biru, ungu, hijau, merah, dan jingga! 

ini foto kami kala itu, bersama dengan orang-orang Indonesia lainnya. 
(photo from: Vanissa Khairani)

seusai dari lokasi itu, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. menikmati malam pertama di tahun 2015. sungguh suasana yang meriah. sempat beberapa kali kami berpapasan dengan sekelompok orang asing. ada yang dari Belanda, ada orang-orang asli Jerman, juga ada sekelompok orang mabuk yang berteriak-teriak "Selamat Tahun Baru" dalam bahasanya. dan beberapa kali pula mereka menyapa kami sambil mengucapkan salam selamat tahun baru, lalu memeluk kami satu persatu. 

ini salah satu contohnya. sebenarnya kami tidak mengenal siapa orang-orang asing itu, tapi mereka mengajak kami berfoto bersama seusai memeluk kami dan mengucapkan selamat tahun baru. 
ya! pada hari itu, semua orang ikut hanyut dalam kebahagiaan pergantian tahun.
menyenangkan, bukan?

saya benar-benar tidak akan melupakan hari itu. saya sangat bahagia. bahkan rasanya badan tidak mengenal rasa lelah, dan ingin terus berjalan menyusuri kota Bremen dengan toko-tokonya yang tutup. waktu itu, jalanan hanya ramai di beberapa titik, sementara kami menyusuri jalanan yang sepi. suasana   sungguh menenangkan, sembari kami bercanda-canda sepanjang perjalanan. sungguh menyenangkan! 

begitulah cerita saya di kota Bremen. di akhir tulisan ini, saya berdoa semoga di tahun 2015 ini saya dan kalian yang membaca tulisan ini, dapat menjadi seorang yang lebih baik dari tahun sebelumnya. semoga, akan lebih banyak kebahagiaan yang kita hadapi, dan segala rencana dilancarkan. amin? :D



FROHES NEUES JAHR!