Ketika mendengarkan sebuah lagu, aku bisa melihatmu menjadi begitu puitis di
bayanganku. Entah mengapa. Aku seperti membayangkan alunannya begitu pas
jika kita nikmati di antara hujan dengan sepasang gelas kopi. Di saat seperti itu,
aku ingin berbagi diam denganmu. Bunyi hujan yang jatuh di luar jendela akan
membahasakan rindu di dada kita sebaik-baiknya. Mungkin sesekali aku akan
mengajakmu bicara sampai aku kehabisan napas, kemudian kembali diam untuk
menyesap kopi dan memandang hujan. Sesekali juga, aku akan melihatmu diam-
diam. Bagiku, diam di keadaan seperti itu adalah diam yang paling romantis. Kita
tidak benar-benar berhenti bersuara, kita hanya membiarkan hujan berbicara
mewakili hati kita yang tidak cukup membahasakan rindu hanya dengan “aku
merindukanmu.”.
bernyanyi merdu.. bernyanyi sendu.. bebaskan birunya hatimu..
Rasanya aku tidak ingin hujan cepat berhenti. Aku ingin berlama-lama
menikmati hujan dan damai itu bersamamu. Bahkan jika kopiku sudah setengah
gelas, aku akan menyesapnya sedikit-sedikit agar tidak cepat habis dan masih
punya alasan untuk duduk di depanmu dan menikmati suara gerimis, atau suara
degup dada kita masing-masing.
tanpa kata.. tanpa nada.. rintik hujan pun menafsirkan kedamaian..
Kau tahu, aku paling bisa menjadi diriku sendiri ketika dihadapkan dengan kopi
dan seorang lawan bicara. Karena itu, rasanya aku ingin sekali mengajakmu
mengopi berdua—dan lebih baik lagi ketika hujan. Aku ingin membagimu hal-hal
tentangku. Dengan atau tanpa diam, aku ingin kau tahu sebanyak-banyaknya
tentang diriku. Jika pada akhirnya setelah kau mengetahuiku seluruhnya, kau
lebih memilih untuk menjadikanku teman, semoga kita bisa terus menjadi teman
baik yang berbagi segalanya; puisi, kata, atau mungkin juga cinta. Atau jika kau
tiba-tiba jatuh cinta setelah mengetahuinya, semoga kau sudah tahu dari lama
kalau aku mencintaimu juga. Semoga kita menjadi cinta yang dengan
kesederhanaannya mampu menjadi sempurna. Dan semoga setelah itu, kau
mencium bibirku.
hanya rasa.. hanya prasangka.. yang terdengar di dalam dialog hujan..
Jadi, maukah kau suatu hari berbagi hujan dan kopi bersamaku?