Di dalam mobil dengan kaca yang dihujani langit
Ia menatap kosong ke luar; ke arah jalan
Dalam benaknya berlari-larian pikiran tanpa arah
Mengundang satu dua memori yang telah lama berdiam di hari-hari sebelumnya
Ia mengingat sesuatu yang bahkan tidak bisa ia percayai
Tentang seorang pria yang berada di hidupnya
Yang ia cintai
Dan membalas mencintai
Sesederhana lamunan yang tidak pernah ia undang
Dalam perjalanan pulang ke rumahnya
Membuat sesimpul senyum menghiasi bibir
Melahirkan debar hebat dalam dadanya
Kemudian ia meraih telfon genggamnya
Mencari nama pria tersebut untuk kemudian ia hubungi
Tut.. Tut... Tut...
"Halo?"
Halo.