Saturday, December 14, 2013

Puisi Sebelum Kamu

Ketukan dalam hati menggema
Satu suara yang semakin terbaca
Keras-keras meski sedikit samar
Ialah nama dalam layar

Kian hari semakin sakit
Pedih pedih menghimpit
Sebab dada mememar
Anak dari rindu yang tampak tegar

Kita, bahkan belum tau
Bagaimana mata menjadi satu
Tetapi perpisahan sudah mengasap api
Serupa degup hati yang menagih lagi, dan lagi

Hati menegaskan maunya
Dia, dan peluknya
Namun juga amat tau suatu saat waktu menjawab
Pertemuan; juga adalah perpisahan
Dan akan kembali datang rindu yang biadab

Bisa apa aku, pemilik hati
Selain bahagia karena aku kau temui
Namun juga menangis sendiri
Setelah pertemuan, kau lepas lagi pelukku ini...

IAP.